Dugaan Keracunan Makanan Hajatan di Tlogosari, Belum Ada Bukti Medis yang Mengarah ke Catering
PATI – Dugaan keracunan makanan usai acara hajatan di Dukuh Jetis, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, hingga kini masih menyisakan tanda tanya. Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak berwenang yang menyatakan adanya keracunan makanan yang bersumber dari hidangan catering pada acara tersebut.
Acara hajatan yang digelar di rumah Ibu Jasmini pada Selasa sore (14/7/2026) merupakan kegiatan mendhak pindo (peringatan dua tahun wafatnya Dewi Yustikasari). Seusai acara, beredar informasi di masyarakat yang mengaitkan sejumlah warga mengalami gangguan kesehatan akibat mengonsumsi hidangan sedekah hajatan.
Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun tim media, dugaan tersebut masih belum dapat dipastikan. Pasalnya, keluhan kesehatan baru muncul sekitar dua hari setelah hajatan berlangsung. Kondisi itu menyebabkan sisa makanan catering sudah tidak tersedia lagi sehingga tidak dapat dilakukan uji laboratorium sebagai barang bukti untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan.
Selain itu, dugaan yang mengaitkan meninggalnya Supriyadi (37) dengan peristiwa tersebut juga belum memiliki dasar yang kuat. Pihak keluarga almarhum disebut tidak membenarkan adanya hubungan langsung antara kematian tersebut dengan konsumsi makanan hajatan karena hingga kini tidak terdapat bukti medis maupun hasil pemeriksaan resmi yang mengarah pada dugaan keracunan makanan.
Informasi yang diperoleh dari tenaga kesehatan menyebutkan bahwa beberapa warga yang menjalani pemeriksaan di rumah sakit didiagnosis mengalami gejala gangguan lambung. Penanganan medis yang diberikan berupa pengobatan jalan, tanpa adanya keterangan yang menyatakan pasien mengalami keracunan makanan.
Sementara itu, pihak Puskesmas juga disebut belum menemukan fakta medis yang menyimpulkan bahwa keluhan kesehatan warga merupakan akibat mengonsumsi makanan pada acara hajatan tersebut.
Penelusuran tim media di lapangan juga menemukan bahwa tidak seluruh tamu yang mengonsumsi hidangan catering mengalami keluhan kesehatan. Sejumlah warga yang turut menikmati makanan dalam acara tersebut mengaku tetap dalam kondisi sehat.
Salah satunya adalah Haji Kusnin, yang menyatakan dirinya ikut menyantap hidangan hajatan, namun tidak mengalami gejala yang mengarah pada keracunan makanan. Keterangan serupa juga disampaikan warga lainnya yang mengaku tidak mengalami gangguan kesehatan setelah menghadiri acara tersebut.
Di sisi lain, Pemerintah Desa Tlogosari mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum adanya hasil pemeriksaan resmi dari instansi yang berwenang.
Ahmad Sukandar, Kaur Umum Desa Tlogosari, yang ditemui di kediamannya didampingi Kepala Dusun Ahmad Thoifurrohim, mengingatkan pentingnya menyampaikan informasi berdasarkan fakta yang telah terverifikasi.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak membuat ataupun menyebarkan narasi yang belum didukung fakta dan hasil pemeriksaan resmi. Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi berkembang menjadi opini yang menyesatkan dan meresahkan masyarakat. Mari kita menunggu penjelasan dari instansi yang berwenang agar informasi yang diterima publik benar-benar akurat," tegas Ahmad Sukandar.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari aparat kepolisian maupun instansi kesehatan yang menyatakan telah terjadi keracunan makanan dalam peristiwa tersebut. Tim media masih menunggu hasil penyelidikan serta keterangan resmi dari pihak berwenang guna memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami sejumlah warga.
(Ruslan)




0 Komentar