Dua Alat Berat Disiagakan di Desa Tridonorejo, Warga Sambut Dimulainya Normalisasi Sungai
Normalisasi akan difokuskan pada pengerukan sedimen yang selama ini menyebabkan pendangkalan alur sungai. Dengan meningkatnya kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, proyek ini diharapkan mampu mengurangi risiko banjir dan genangan rob yang selama bertahun-tahun menjadi persoalan bagi masyarakat setempat.
Selama ini, warga Tridonorejo harus menghadapi banjir dan rob yang kerap mengganggu aktivitas sehari-hari, merendam permukiman, lahan pertanian, hingga akses jalan. Pendangkalan Sungai Klontong serta kerusakan bendungan atau pintu air di wilayah desa diduga menjadi faktor utama yang memperparah kondisi tersebut.
Kehadiran dua alat berat di lokasi disambut antusias oleh masyarakat. Warga berharap proses pengerukan dapat segera dimulai dan berlangsung sesuai rencana, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan.
Normalisasi sungai dinilai sebagai langkah strategis untuk mengurangi dampak banjir dalam jangka pendek. Namun demikian, masyarakat juga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan bendungan atau pintu air yang rusak agar penanganan banjir dan rob dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Yanto, warga Desa Tridonorejo, menyambut baik dimulainya persiapan proyek normalisasi Sungai Klontong. Menurutnya, kehadiran dua unit alat berat menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun menghadapi banjir dan rob.
"Kami sangat senang melihat alat berat sudah mulai datang. Mudah-mudahan pengerjaan normalisasi sungai bisa segera dimulai dan berjalan lancar. Selama ini warga sering kesulitan karena banjir dan rob yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Kami berharap setelah sungai dikeruk, aliran air menjadi lebih lancar dan genangan bisa berkurang. Semoga pemerintah juga segera memperbaiki pintu air yang rusak agar penanganan banjir benar-benar maksimal," ujar Yanto, Kamis (16/7/2026).
Warga berharap proyek normalisasi Sungai Klontong dapat diselesaikan tepat waktu sehingga aliran air kembali lancar, risiko banjir berkurang, dan aktivitas masyarakat di Desa Tridonorejo dapat berlangsung lebih aman dan nyaman, terutama saat musim hujan maupun ketika terjadi pasang air laut.
(Fauzi)


0 Komentar