x

Dipicu Sengketa Biaya Rp200 Ribu, Barang Peserta Festival TMII Terbawa Bus Haryanto; Manajemen Janji Antar ke Jakarta*

PATI- pertapakendeng.com. , 9 Juli 2026 – Insiden yang menimpa seorang pelaku UMKM asal Kabupaten Pati menjadi sorotan menjelang pembukaan Festival Olahan Pangan Jawa Tengah 2026 berbahan non-beras dan non-terigu yang akan berlangsung pada 10–12 Juli 2026 di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.


Badriyah, salah satu peserta festival, mengaku kecewa terhadap pelayanan yang diterimanya saat menggunakan bus PO Haryanto dari Kayen, Pati menuju Pasar Rebo, Jakarta, pada 8 Juli 2026. Ia mengaku mengalami persoalan terkait barang bawaan yang dibawanya untuk kebutuhan pameran UMKM.

Menurut Badriyah, dirinya membawa lima kardus berisi perlengkapan dan produk yang akan dipamerkan dalam ajang tingkat Jawa Tengah tersebut. Namun saat tiba di Pasar Rebo, hanya empat kardus yang diturunkan dari bagasi bus.

Satu kardus lainnya yang bertuliskan kode "TMII 5" diduga masih tertinggal di dalam bagasi dan ikut terbawa bus setelah kendaraan kembali melanjutkan perjalanan.

"Saya membawa lima kardus untuk kebutuhan pameran di TMII. Saat diturunkan ternyata hanya empat. Saya sudah menyampaikan bahwa masih ada satu kardus yang belum turun, tetapi bus tetap berangkat," ujar Badriyah kepada media.

Persoalkan Permintaan Biaya Tambahan

Badriyah juga mengaku sempat terjadi perdebatan dengan kondektur terkait permintaan biaya tambahan sebesar Rp200 ribu atas barang yang dibawanya.

Menurutnya, sejak awal tidak ada kesepakatan mengenai biaya tambahan tersebut. Ia beranggapan barang yang dibawa merupakan barang bawaan penumpang, bukan paket kiriman atau jasa ekspedisi.

"Saya ini penumpang yang membeli tiket resmi. Barang yang saya bawa adalah perlengkapan dan produk UMKM untuk pameran. Bukan paket titipan. Karena itu saya mempertanyakan dasar permintaan biaya tambahan tersebut," katanya.

Badriyah mengaku selama ini merupakan pelanggan setia PO Haryanto. Bahkan setiap bepergian ke Jakarta untuk menemui keluarga maupun mengikuti kegiatan usaha, dirinya hampir selalu menggunakan armada perusahaan tersebut.


Karena itu, kejadian yang dialaminya kali ini menjadi pengalaman yang menurutnya sangat mengecewakan.


"Saya selama ini percaya dengan pelayanan Bus Haryanto. Tidak sekali dua kali saya naik bus ini. Justru karena sudah lama menjadi pelanggan, saya kaget ketika mengalami kejadian seperti ini," ujarnya.


Barang Penting untuk Ajang Nasional


Kardus yang belum diterima tersebut disebut berisi perlengkapan penting yang akan digunakan dalam kegiatan promosi produk UMKM Kabupaten Pati pada Festival Olahan Pangan Jawa Tengah 2026.


Badriyah berharap barang tersebut dapat segera ditemukan dan dikirimkan ke lokasi tempatnya menginap di Jakarta sebelum kegiatan pameran dimulai.


"Yang saya harapkan sederhana, barang saya bisa kembali dan sampai tepat waktu karena akan digunakan untuk kegiatan pameran di TMII," katanya.


Manajemen PO Haryanto Beri Respons

Saat dikonfirmasi media, penanggung jawab PO Haryanto wilayah Kudus, Kusharyanto, mengaku telah menerima informasi terkait peristiwa tersebut.

Menurutnya, manajemen akan melakukan penelusuran internal dengan memanggil kru bus yang bertugas pada perjalanan tersebut guna memperoleh penjelasan lengkap mengenai kronologi kejadian.

Selain itu, pihak perusahaan juga berkomitmen membantu penyelesaian persoalan barang bawaan milik penumpang.

"Kami sudah mendengar informasi tersebut. Kru yang bertugas akan kami panggil untuk dimintai keterangan. Untuk barang milik penumpang, siang ini juga akan kami upayakan pengantaran ke hotel tempat yang bersangkutan menginap di Jakarta," kata Kusharyanto.

Menjadi Pelajaran Penting

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kualitas pelayanan transportasi tidak hanya diukur dari ketepatan waktu dan keselamatan perjalanan, tetapi juga dari cara perusahaan memperlakukan penumpang serta menangani barang bawaan mereka.

Dalam industri jasa transportasi, komunikasi yang jelas mengenai aturan bagasi, biaya tambahan, serta mekanisme penanganan keluhan merupakan bagian penting dari perlindungan konsumen. Setiap kebijakan yang berpotensi menimbulkan biaya tambahan seharusnya disampaikan secara transparan sejak awal agar tidak memicu kesalahpahaman di lapangan.

Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa respons cepat perusahaan dalam menyelesaikan keluhan pelanggan menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Publik kini menunggu tindak lanjut penyelesaian dari PO Haryanto, sekaligus berharap insiden serupa tidak kembali terjadi pada penumpang lain, terlebih kepada pelaku UMKM yang sedang berjuang membawa nama daerah dan mempromosikan produk unggulan Jawa Tengah di tingkat nasional.

Kepercayaan pelanggan adalah aset terbesar perusahaan transportasi. Sekali terabaikan, dampaknya dapat melampaui hilangnya satu barang bawaan: yang dipertaruhkan adalah reputasi yang dibangun selama bertahun-tahun.

(Petrus)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html