Dialog Antar Umat Beragama di Pati Perkuat Kerukunan dan Jaga Kondusivitas Wilayah

PATI – Pemerintah Kabupaten Pati menggelar Dialog Interaktif Antar Umat Beragama di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (1/7/2026), sebagai upaya memperkuat kerukunan dan menjaga situasi keamanan serta ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah setempat.

Kegiatan yang mengusung tema “Indahnya Kerukunan Antar Umat Beragama dalam Bingkai Kebhinekaan” tersebut dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai unsur pemerintah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan perwakilan masyarakat.


Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pati Ir. H. Bambang Susilo, perwakilan Polresta Pati AKP Hartoyo, S.H., perwakilan Dandim 0718/Pati Kapten Cpl. Suharno, Kepala Kejaksaan Negeri Pati R. Hari Wibowo, S.H., M.H., Pj. Sekda Kabupaten Pati Siti Subiati, S.H., M.M., Kepala Kesbangpol Kabupaten Pati Ir. Niken Tri Meiningrum, M.Si., Ketua FKUB Kabupaten Pati KH. Ahmad Manhajussidad Shonhaji, Lc., M.Si., serta para tokoh lintas agama dan unsur masyarakat lainnya.

Dalam sambutannya, Plt. Bupati Pati menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa yang harus dijaga melalui moderasi beragama, toleransi, dan sikap saling menghormati.

“Keberagaman bukanlah perbedaan yang memecah belah, melainkan kekayaan yang memperkuat persatuan. Dengan semangat toleransi dan moderasi beragama, kita dapat menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis dan sejahtera,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta pemerintah daerah untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga Kamtibmas dan menolak penyebaran hoaks maupun ujaran kebencian.

Dialog interaktif tersebut membahas pentingnya membangun kerukunan yang hakiki melalui sikap saling menghargai, menerima perbedaan, dan memperkuat kerja sama antarumat beragama. Selain itu, para peserta juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik, nilai welas asih, cinta kasih, serta menghindari sikap fanatisme dan kekerasan.

Berbagai strategi turut dibahas, mulai dari penguatan komunikasi lintas agama, peningkatan literasi kebangsaan, penguatan moderasi beragama, hingga pelaksanaan sosialisasi dan kerja sama yang berkelanjutan antar elemen masyarakat.

Ketua FKUB Kabupaten Pati bersama para tokoh agama sepakat bahwa sinergitas antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menciptakan Kabupaten Pati yang aman, damai, harmonis, dan sejahtera.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebhinekaan semakin mengakar di tengah masyarakat sehingga potensi konflik sosial dapat dicegah sejak dini, sekaligus memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

(Arikha)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html