x

Dana Beasiswa Garuda Pati Tersendat, Ratusan Mahasiswa Terancam Terkendala Kuliah, Pemkab Janjikan Solusi

PATI – Keterlambatan pencairan Program Beasiswa Garuda Pati akhirnya memicu audiensi antara perwakilan orang tua mahasiswa penerima beasiswa dengan Pemerintah Kabupaten Pati, Senin (6/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Pati mengakui adanya kendala pendanaan akibat mundurnya sejumlah perusahaan sebagai donatur program berbasis Corporate Social Responsibility (CSR).

Audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Kembang Setda Pati itu dipimpin Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, dan dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua BAZNAS Kabupaten Pati, perwakilan Bank Jateng, serta sekitar 35 peserta yang terdiri dari orang tua dan mahasiswa penerima beasiswa. Audiensi dikoordinatori oleh Advokat Dr. Dedy Gunawan, S.H., M.H.

Dalam penyampaiannya, perwakilan orang tua mahasiswa mengungkapkan keresahan akibat belum dicairkannya dana beasiswa untuk periode April hingga Juni 2026. Keterlambatan tersebut dinilai telah berdampak terhadap pemenuhan biaya pendidikan, biaya hidup, hingga mengancam keberlangsungan studi sebagian mahasiswa.

Program Beasiswa Garuda Pati sendiri merupakan bantuan pendidikan bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu yang ditetapkan melalui Keputusan Bupati Pati Nomor 400.3/0985 Tahun 2025 dengan pendanaan yang berasal dari CSR sejumlah perusahaan, Bank Jateng, dan BAZNAS Kabupaten Pati.

Menanggapi aspirasi tersebut, Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pati berkomitmen mempertahankan keberlangsungan Program Beasiswa Garuda Pati hingga para mahasiswa menyelesaikan pendidikan.

Untuk menutup kebutuhan dana periode April–Juni 2026, Pemkab Pati telah menyiapkan anggaran sebesar Rp582 juta yang bersumber dari Bank Pasar, PDAM, BAZNAS, dan BKK. Selain itu, terdapat komitmen bantuan sebesar Rp150 juta dari PG Trangkil yang masih menunggu kepastian payung hukum agar penyalurannya dapat dilakukan sesuai ketentuan.

Pemerintah Kabupaten Pati juga memastikan akan melakukan komunikasi intensif dengan sejumlah perusahaan dalam waktu tiga bulan ke depan guna memperoleh dukungan CSR baru sekaligus menyusun mekanisme pendanaan yang lebih berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pati, Sunarji, menjelaskan bahwa dana CSR dari Bank Jateng merupakan alokasi yang ditentukan oleh kantor pusat dan tidak sepenuhnya diperuntukkan bagi sektor pendidikan. Sebagian dana CSR juga digunakan untuk mendukung program kebudayaan, UMKM, kegiatan sosial, hingga penanggulangan bencana.

Dari hasil audiensi terungkap bahwa ketergantungan Program Beasiswa Garuda Pati terhadap dana CSR menjadi faktor utama yang menyebabkan keberlangsungan program rentan terganggu ketika terjadi perubahan komitmen dari perusahaan pemberi bantuan.

Meski demikian, Pemkab Pati menegaskan komitmennya untuk mencari perusahaan pengganti sebagai mitra pendanaan sehingga bantuan pendidikan bagi sekitar 183 mahasiswa penerima manfaat dapat terus berlanjut hingga masa studi selesai.

Audiensi berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan kondusif. Para orang tua mahasiswa berharap komitmen yang telah disampaikan Pemerintah Kabupaten Pati segera direalisasikan agar tidak ada mahasiswa yang terpaksa menunda bahkan menghentikan perkuliahannya akibat kendala biaya.

(Arikha)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html