Blora Gandeng UNISMA, Perkuat Tri Dharma untuk Dongkrak Pertanian, Pendidikan, dan Kualitas SDM
Rombongan Pemerintah Kabupaten Blora dipimpin langsung oleh Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Kehadiran rombongan disambut Rektor UNISMA Prof. Drs. H. Junaidi beserta jajaran pimpinan universitas.
Dalam sambutannya, Bupati Arief Rohman memaparkan berbagai potensi unggulan Kabupaten Blora sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, Blora memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari industri kayu jati, minyak dan gas bumi, hingga pertanian dan peternakan yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Di sektor pertanian, Blora semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Tengah. Produksi Gabah Kering Giling (GKG) pada 2025 mencapai 530.818 ton, meningkat 25,07 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, produksi beras juga naik menjadi sekitar 305.252 ton.
Komoditas jagung juga menunjukkan tren positif. Pada 2025, produksi jagung Kabupaten Blora mencapai 482.466 ton, atau meningkat 22,02 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagian besar hasil panen dipasarkan ke luar daerah sebagai bahan baku industri pakan ternak, memperkuat posisi Blora sebagai salah satu sentra jagung di Jawa Tengah.
Tak hanya itu, Kabupaten Blora juga dikenal sebagai daerah dengan populasi sapi potong terbesar di Jawa Tengah dan terbesar kedua di tingkat nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut memperkenalkan inovasi Gerakan Sejuta Kotak Umat (GASEKU) yang diluncurkan sejak 2023. Program ini mendorong pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik sebagai solusi atas rendahnya kandungan bahan organik tanah dan tingginya ketergantungan petani terhadap pupuk kimia.
Melalui GASEKU, limbah peternakan diolah menjadi pupuk organik berkualitas yang mampu meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi penggunaan pupuk kimia, meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Inovasi tersebut telah memperoleh penghargaan Innovative Government Award (IGA) dari Kementerian Dalam Negeri.
Pemerintah Kabupaten Blora juga terus mengembangkan pertanian organik melalui pembangunan demplot di berbagai desa, pemberdayaan kelompok tani, dukungan pemerintah desa, serta kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi, di antaranya IPB, UGM, UNS, Universitas Brawijaya, dan Polbangtan Yogyakarta.
"Hingga tahun 2026, gerakan pertanian organik telah berkembang di puluhan desa. Saat ini terdapat 1.124 kotak pupuk organik dengan produksi sekitar 1.465 ton pupuk organik yang telah diaplikasikan di lahan pertanian. Bahkan, sudah ada kelompok tani yang berhasil memproduksi beras organik dengan nilai ekonomi yang terus meningkat," jelas Arief Rohman.
Selain sektor pertanian, Bupati juga memaparkan Gerakan Petani Milenial, sebuah program regenerasi petani melalui pemanfaatan teknologi modern, mekanisasi pertanian, pemasaran digital, hingga pengembangan agribisnis yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani.
Di bidang pendidikan, Bupati memperkenalkan inovasi Sekolah Sisan Ngaji (SSN) yang mulai diterapkan sejak 2024. Program tersebut mengintegrasikan Kurikulum Merdeka dengan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keagamaan secara inklusif bagi seluruh peserta didik.
Program SSN berhasil mengantarkan Kabupaten Blora meraih Juara I Nasional Anugerah Tanda Cinta Pendidikan Agama Islam Tahun 2025 dari Kementerian Agama RI atas keberhasilannya dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama dan kompetensi guru.
Bupati Arief Rohman menegaskan bahwa berbagai tantangan pembangunan, seperti pengentasan kemiskinan, percepatan penurunan stunting, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga optimalisasi potensi daerah, memerlukan dukungan berbagai pihak.
"Kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi sangat penting untuk menghadirkan solusi berbasis riset, inovasi, dan pendampingan masyarakat secara nyata," ujarnya.
Melalui kerja sama dengan UNISMA, Pemerintah Kabupaten Blora berharap lahir berbagai program konkret, mulai dari penelitian terapan, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sektor pertanian, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga peningkatan kualitas SDM.
Selain itu, Bupati juga mengajak sejumlah OPD memanfaatkan kerja sama tersebut melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi aparatur sipil negara (ASN) yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang Sarjana (S1) maupun Magister (S2).
Melalui program RPL, diharapkan semakin banyak ASN Kabupaten Blora yang dapat meningkatkan kompetensi akademik dan profesional tanpa meninggalkan tugas kedinasan, sehingga mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi masyarakat.
(Bambang)


0 Komentar