40 Persen Lulusan PEM Akamigas Langsung Kerja, Putra Asli Cepu Sabet IPK Tertinggi
Prestasi tersebut menjadi sorotan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-55 Program Sarjana Terapan Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Gedung Graha Oktana, Cepu, Jumat (17/7/2026).
Sebanyak 207 wisudawan dikukuhkan pada wisuda kali ini. Acara dihadiri langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Prof. Dr. Ir. Ahmad Erani Yustika, M.Sc., bersama Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman dan Direktur PEM Akamigas Dr. Erdila Indriani, S.Si., M.T.
Serapan Kerja Melonjak Berkat Link and Match Industri
Direktur PEM Akamigas, Dr. Erdila Indriani, mengungkapkan bahwa tingkat serapan kerja lulusan meningkat signifikan, dari 27 persen pada 2025 menjadi 40 persen pada 2026.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil implementasi konsep "8+I Link and Match", yang mengintegrasikan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri secara menyeluruh.
"Sinergi dengan dunia industri tidak lagi sebatas kerja sama administratif. Industri dilibatkan sejak penyusunan kurikulum, pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning), menghadirkan praktisi sebagai dosen tamu, hingga magang industri minimal satu semester," jelas Erdila.
Selain itu, seluruh mahasiswa diwajibkan memiliki sertifikasi kompetensi berstandar industri sebelum lulus. Para dosen juga rutin mengikuti on the job training di perusahaan untuk memperbarui kompetensi sesuai perkembangan teknologi.
Adapun 207 lulusan berasal dari lima program studi, yakni:
- Teknik Produksi Minyak dan Gas: 28 lulusan.
- Teknik Pengolahan Minyak dan Gas: 66 lulusan.
- Teknik Mesin Kilang: 36 lulusan.
- Teknik Instrumentasi Kilang: 37 lulusan.
- Logistik Minyak dan Gas: 40 lulusan.
- Putra Asli Cepu Jadi Wisudawan Terbaik
Dari 207 wisudawan, sebanyak 85 lulusan berhasil meraih predikat Cum Laude.
Sorotan utama tertuju kepada Achmad Rendy Dwi Yulianto, lulusan Program Studi Teknik Pengolahan Minyak dan Gas yang dinobatkan sebagai wisudawan terbaik institusi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,90.
Rendy merupakan putra asli Cepu, alumni SMA Negeri 1 Cepu, sekaligus penerima beasiswa penuh dari Kementerian ESDM.
Bupati Blora, Arief Rohman, menyampaikan apresiasi khusus atas prestasi yang diraih Rendy.
"Selamat kepada Achmad Rendy Dwi Yulianto. Prestasi luar biasa sebagai putra asli Cepu ini menjadi bukti bahwa anak daerah mampu bersaing di tingkat nasional. Semoga menjadi inspirasi bagi generasi muda Blora untuk terus berprestasi," ujar Arief.
Rendy mengaku bersyukur atas kesempatan yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di PEM Akamigas.
"Saya sangat berterima kasih atas beasiswa penuh dari Kementerian ESDM. Ilmu yang saya peroleh akan saya dedikasikan untuk kemajuan bangsa dan memberikan kontribusi terbaik bagi Kabupaten Blora," ungkapnya.
Sekjen ESDM: Jangan Berhenti Berinovasi
Dalam orasi ilmiahnya, Sekjen Kementerian ESDM Prof. Ahmad Erani Yustika mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Blora terhadap pengembangan pendidikan vokasi energi.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada sahabat saya, Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, yang sangat aktif mendukung pengembangan PEM Akamigas beserta seluruh jajaran Forkopimda Blora," ujarnya.
Ia mengingatkan para lulusan agar tidak cepat berpuas diri karena industri energi sedang menghadapi perubahan besar akibat perkembangan teknologi dan transisi energi.
"Dunia berubah sangat cepat. Pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah hanyalah fondasi awal. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi untuk menjawab kebutuhan industri masa depan," tegasnya.
Siapkan Lonjakan Mahasiswa hingga 4.500 Orang
Selain keberhasilan lulusannya, PEM Akamigas juga mencatat berbagai capaian kelembagaan. Seluruh program studi kini telah meraih akreditasi Unggul dari LAM Teknik PII, laboratorium terakreditasi ISO 17025, mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), serta meraih peringkat pertama Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA).
Saat ini jumlah mahasiswa PEM Akamigas mencapai 1.543 orang, dan ditargetkan meningkat menjadi 4.500 mahasiswa pada 2030.
Untuk mendukung target tersebut, kampus tengah membangun laboratorium terpadu di lahan seluas 12 hektare di kawasan Nglajo, menyiapkan program studi baru berbasis energi terbarukan, serta memperluas kerja sama internasional guna mencetak sumber daya manusia yang siap mendukung kemandirian energi nasional.
(Bambang)


0 Komentar