Warga Bengle Bersatu Tolak Tower, Desak Transparansi dan Kajian Dampak Lingkungan
Audiensi tersebut mendapat pendampingan dari DPC LSM Harimau Tegal Raya dan turut dihadiri jajaran Polsek Talang guna memastikan jalannya kegiatan berlangsung aman dan kondusif.
Dalam forum yang berlangsung cukup dinamis itu, warga secara tegas menyatakan penolakan terhadap pembangunan tower. Mereka menilai rencana proyek tersebut terkesan dipaksakan karena masyarakat sekitar tidak pernah dilibatkan secara maksimal dalam proses sosialisasi maupun pengambilan keputusan yang menyangkut lingkungan tempat tinggal mereka.
"Kami tidak menolak pembangunan secara membabi buta, tetapi masyarakat berhak mendapatkan penjelasan yang transparan. Jangan sampai keputusan sudah dibuat sementara warga hanya dijadikan penonton," ungkap salah satu warga dalam audiensi.
Selain mempertanyakan proses perizinan dan sosialisasi, warga juga menyampaikan kekhawatiran terkait dampak keberadaan tower yang akan berdiri di kawasan padat penduduk. Mereka meminta seluruh aspek, mulai dari keselamatan, kenyamanan lingkungan, hingga dampak sosial, dikaji secara terbuka sebelum pembangunan dilanjutkan.
Audiensi tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai keluhan dan masukan kepada pemerintah desa maupun pihak terkait. Warga berharap hasil pertemuan ini tidak berhenti sebagai formalitas semata, melainkan ditindaklanjuti dengan langkah nyata yang mengedepankan kepentingan masyarakat.
Meski berlangsung dengan suasana yang penuh aspirasi, kegiatan tetap berjalan aman, tertib, dan kondusif. Warga berharap pemerintah desa, pihak pengembang, serta instansi terkait dapat membuka ruang dialog yang lebih luas guna mencari solusi terbaik melalui musyawarah dan mufakat.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu kejelasan sikap dari pihak pengembang maupun instansi berwenang terkait kelanjutan rencana pembangunan tower tersebut.
(Yati)
x




0 Komentar