Truk Sampah DLH Seruduk Rumah aktivis di Bambankerep: Korban Desak Tanggung Jawab dan Audit Kelaikan Armada TPA
Peristiwa ini melibatkan truk sampah berpelat nomor H 8356 XA yang dikemudikan oleh Miko Ino. Truk yang diduga mengalami rem blong tersebut kehilangan keseimbangan dan menghantam keras benteng pagar milik Musriyanto, S.H., S.H.I. seorang anggota Feradi WPI (Organisasi Advokat dan Paralegal Kota Semarang) sekaligus anggota Yayasan Lembaga Konsumen Akhir Indonesia (YLKAI).
Sinergi Jurnalis dan Gerak Cepat Lurah Urai Kemacetan
Pelaksanaan evakuasi armada bermuatan penuh tersebut awalnya tergolong lama dan memicu penyumbatan parah di kedua ruas jalan. Melihat kondisi kemacetan yang mulai mengular, jurnalis yang berada di lokasi kejadian langsung mengambil inisiatif menghubungi Lurah Bambankerep, Bapak Agung Susilo, agar situasi ini segera mendapatkan penanganan dari dinas terkait
Mendapat laporan tersebut, Bapak Agung Susilo bergerak cepat melakukan koordinasi langsung dengan pihak UPTD TPA Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang. Tidak berselang lama, alat berat diterjunkan ke lokasi kejadian untuk mengeksekusi penarikan truk sampahbtersebut. Langkah taktis ini berhasil mempercepat proses evakuasi sehingga arus lalu lintas di Jalan Untung Suropati dapat berangsur normal kembali
Korban Sayangkan Belum Ada Itikad Baik Terkait Kerusakan Fasilitas
Meski jalur jalan telah berhasil diurai, pemilik rumah, Musriyanto, S.H., S.H.I. menyayangkan sikap dari pihak pengelola armada. Hingga Selasa (16/6/2026), dirinya menyatakan belum ada perwakilan dari instansi TPA Jatibarang maupun DLH Kota Semarang yang datang menemui keluarganya untuk menunjukkan tanggung jawab nyata.
Padahal, dampak serudukan truk tersebut tidak hanya merubuhkan pagar, tetapi juga memutus fasilitas vital korban:
- Krisis Air Bersih: Tower penampungan air bersih milik korban pecah total setelah tertimpa reruntuhan material bata.
- Pencemaran Selokan: Muatan sampah dari truk tumpah ruah ke dalam selokan warga dan hingga kini masih berserakan belum dibersihkan.
- Fasilitas Keamanan Rusak: Perangkat kamera pengawas CCTV di area luar rumah hancur total.
"Kami menunggu-nunggu itikad baik dari para pihak, terlebih dari kantor instansi TPA Jatibarang di bawah DLH Kota Semarang. Sejak kejadian Minggu sore sekitar pukul 16.14 WIB sampai hari Selasa ini, belum ada yang datang bersilaturahmi ke rumah," ungkap Musriyanto.
"Harapan kami segera ditindaklanjuti dan dipulihkan semula. Kami sangat dirugikan karena tidak bisa memanfaatkan air bersih, ditambah lagi CCTV rusak."
Masyarakat Desak Audit Kelaikan Jalan Armada Sampah
Insiden ini memantik kekhawatiran mendalam bagi warga Bambankerep dan para pengguna jalan.karena hal ink sering terjadi, Masyarakat bersama pihak korban mendesak Pemerintah Kota Semarang untuk segera melakukan tindakan preventif yang tegas.
Masyarakat menuntut agar seluruh armada truk sampah yang melintas menuju TPA Jatibarang wajib dikaji ulang kelaikan jalannya secara berkala (ramp check), termasuk memastikan fungsi pengereman kendaraan berat dalam kondisi optimal demi menjaga keselamatan publik di sepanjang jalur perlintasan.
(Sriyanto)



0 Komentar