Tragedi Ogoh-Ogoh Terbakar Saat Takbir Keliling, Bocah 7 Tahun Alami Luka Bakar 40 Persen
Seorang anak berusia 7 tahun dilaporkan mengalami luka bakar hingga sekitar 40 persen akibat insiden kebakaran ogoh-ogoh yang terjadi saat kegiatan takbir keliling. Setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama beberapa waktu, korban kini telah diperbolehkan pulang dan menjalani perawatan lanjutan di rumah bersama orang tuanya.
Menurut informasi yang dihimpun, kondisi korban masih memerlukan perhatian dan pendampingan karena luka bakar yang dideritanya cukup serius. Proses pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu yang tidak singkat, baik dari segi fisik maupun psikologis.
Tragedi tersebut juga merenggut satu korban jiwa. Korban lain yang turut terdampak dalam peristiwa kebakaran ogoh-ogoh itu dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami luka bakar berat pada sebagian besar tubuhnya.
Peristiwa nahas itu terjadi ketika kegiatan takbir keliling yang seharusnya menjadi momen suka cita menyambut Hari Raya Idulfitri berubah menjadi musibah. Kebakaran yang melibatkan ogoh-ogoh tersebut mengakibatkan kepanikan warga dan peserta yang berada di lokasi kejadian.
Sejumlah warga berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah, dinas terkait, maupun para dermawan untuk membantu proses pemulihan korban yang masih hidup. Selain membutuhkan perawatan medis berkelanjutan, keluarga korban juga menghadapi beban biaya dan pendampingan selama masa penyembuhan.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak agar aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan masyarakat yang melibatkan penggunaan bahan mudah terbakar, terutama saat pelaksanaan pawai, takbir keliling, maupun kegiatan keramaian lainnya.
Hingga saat ini, warga Desa Mojoluhur masih mengenang peristiwa tersebut sebagai salah satu musibah paling memilukan yang terjadi pada perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di wilayah mereka.


0 Komentar