Tradisi Menyemah Warnai Awal Pembangunan Jalan Lintas Kubu Sepanjang 7 Kilometer

ROKAN HILIR – Tradisi menyemah atau syukuran menjelang dimulainya pembangunan Jalan Lintas Kubu menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Kenegerian Kubu. Kegiatan yang ditaja oleh Alumni Geram Beradat tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan pada Selasa (23/6/2026) di Kilometer 41 Jalan Lintas Kubu, kawasan Pinang GS, Kepenghuluan Teluk Nilap, Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.


Acara ini digelar sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat atas akan dimulainya pembangunan Jalan Lintas Kubu sepanjang 7 kilometer yang selama bertahun-tahun menjadi harapan warga. Jalan tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan berbagai wilayah di Kecamatan Kubu dan Kubu Babussalam, sehingga keberadaannya sangat vital untuk mendukung mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Pembangunan Jalan Lintas Kubu direncanakan dilakukan secara bertahap, yaitu sepanjang 7 kilometer pada tahun 2026, dilanjutkan 4 kilometer pada tahun 2027, dan 4 kilometer pada tahun 2028. Program pembangunan ini merupakan hasil perjuangan panjang dan aspirasi masyarakat yang mendapat dukungan dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Kegiatan menyemah turut dihadiri berbagai unsur, mulai dari perwakilan PT BRA selaku subkontraktor, pihak perusahaan terkait, anggota DPRD Kabupaten Rokan Hilir Amansyah, Adil Makmur, dan Fatli, hingga jajaran Polres Rokan Hilir dan Kodim 0321/Rokan Hilir.

Hadir pula para Datuk dan Datin Penghulu se-Kecamatan Kubu dan Kubu Babussalam, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau yang ikut menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Pemangku Adat Kenegerian Kubu, Zuhaifi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan menyemah tidak hanya dimaknai sebagai bentuk rasa syukur atas pembangunan yang akan dilaksanakan, tetapi juga sebagai sarana memperkenalkan adat dan budaya Melayu Kenegerian Kubu kepada para tamu undangan serta generasi muda.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkenalkan adat istiadat Kenegerian Kubu, termasuk nilai-nilai budaya Melayu, pantang larang yang masih dijunjung tinggi, serta keberadaan empat suku Melayu yang hingga kini tetap lestari dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Zuhaifi, pelestarian adat dan budaya harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur agar kemajuan daerah tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan para leluhur.

Masyarakat berharap pembangunan Jalan Lintas Kubu dapat berjalan lancar sesuai rencana dan memberikan manfaat besar bagi peningkatan kesejahteraan warga. Selain memperlancar akses transportasi, jalan tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, mempercepat distribusi hasil perkebunan dan pertanian, serta membuka peluang investasi di wilayah Kubu dan Kubu Babussalam.

Kegiatan menyemah ini menjadi simbol kuat sinergi antara masyarakat, pemerintah, tokoh adat, dan pihak perusahaan dalam mendukung pembangunan daerah. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam acara tersebut diharapkan menjadi modal penting untuk mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kenegerian Kubu di masa mendatang.

(Jismar)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html