Tokoh dan Pemangku Adat Melayu serta Ketua LAM Tiga Kecamatan Bersilaturahmi ke Balai Adat Empat Suku Kenegerian Kubu
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh para kepala suku yang tergabung dalam Empat Suku Kenegerian Kubu, yakni Suku Rao, Suku Haru, Suku Hamba Raja, dan Suku Bebas. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban, kekeluargaan, serta semangat mempererat hubungan adat dan budaya Melayu.
Sebagai bentuk penghormatan adat, rombongan tamu terlebih dahulu melaksanakan prosesi menyorong tepak sirih, sebuah tradisi Melayu yang sarat makna penghormatan, persaudaraan, dan penguatan tali silaturahmi. Tepak sirih tersebut diterima oleh Kepala Suku Hamba Raja Kenegerian Kubu, KH. H. Widiarto Kamalul Matwafa, yang mewakili para pemangku adat Empat Suku Kenegerian Kubu.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk bersilaturahmi sekaligus meminta pandangan dan pertimbangan adat terkait rencana penabalan H. Fuad sebagai tokoh Melayu yang dituakan di wilayah Kecamatan Bagan Sinembah, Kecamatan Bagan Sinembah Raya, dan Kecamatan Balai Jaya. Sosok yang dituakan tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi pengayom bagi masyarakat Melayu di tiga kecamatan tersebut.
Sebelum berkunjung ke Balai Adat Empat Suku Kenegerian Kubu, rombongan diketahui telah terlebih dahulu bersilaturahmi dengan Lembaga Adat Melayu Riau di Pekanbaru. Dalam pertemuan tersebut, pihak LAM Riau menyarankan agar rombongan meminta pandangan dan masukan dari Empat Suku Kenegerian Kubu sebagai pemangku adat yang memiliki keterkaitan historis dengan wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, KH. H. Widiarto Kamalul Matwafa menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para tokoh Melayu, pemangku adat, serta pengurus LAM dari tiga kecamatan yang telah berkenan hadir dan bersilaturahmi ke Balai Adat Empat Suku Kenegerian Kubu. Ucapan khusus juga disampaikan kepada H. Fuad yang turut hadir bersama rombongan.
Ia menegaskan bahwa Kecamatan Bagan Sinembah, Kecamatan Bagan Sinembah Raya, dan Kecamatan Balai Jaya memiliki hubungan sejarah yang erat dengan Kecamatan Kubu, mengingat ketiga wilayah tersebut merupakan hasil pemekaran dari Kecamatan Kubu pada masa lalu.
“Melalui silaturahmi ini, kita berharap dapat terus memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat Melayu. Wilayah-wilayah yang dahulu berada dalam satu kesatuan Kenegerian Kubu hendaknya tetap terhubung dalam ikatan persaudaraan, saling mengenal, saling mendukung, saling membesarkan, dan saling menyokong,” ujarnya.
Menurutnya, hubungan kekeluargaan dan adat yang terus terjaga akan menjadi modal penting bagi generasi penerus dalam mempertahankan marwah Melayu serta memperkuat eksistensi Kenegerian Kubu di masa mendatang.
Silaturahmi tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antarpemangku adat dan masyarakat Melayu lintas wilayah, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga adat istiadat, budaya, serta nilai-nilai luhur warisan para leluhur Kenegerian Kubu.
(Jismar)





0 Komentar