Tangis Haru Sambut Kepulangan Jamaah Haji Blora, Pelayanan di Arab Saudi Tuai Apresiasi
Kebahagiaan para jamaah yang berhasil menunaikan rukun Islam kelima itu bercampur dengan rasa haru. Di balik senyum yang mengembang, tersimpan kisah perjuangan, kebersamaan, serta ujian yang harus dihadapi selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Perwakilan jamaah Kloter 44, H. Sojo, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Blora dan petugas penyelenggara haji atas pelayanan yang diberikan selama berada di Arab Saudi. Menurutnya, pelayanan yang diterima jamaah sangat memuaskan, mulai dari akomodasi, konsumsi hingga layanan kesehatan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Blora. Di sana kami mendapatkan pelayanan yang luar biasa, bahkan terasa seperti dilayani layaknya raja," ungkap H. Sojo.
Ia juga mengaku puas dengan kualitas konsumsi yang disediakan selama menjalankan ibadah haji.
"Alhamdulillah, makanannya sangat baik dan enak," tambahnya.
Selain itu, perhatian terhadap kesehatan jamaah, khususnya lanjut usia dan kelompok berisiko tinggi, dinilai sangat maksimal. Tim medis disebut aktif memantau kondisi jamaah secara langsung hingga ke kamar-kamar pemondokan.
Meski secara umum pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar, sejumlah ujian tetap terjadi. Berdasarkan data panitia penyelenggara, terdapat beberapa jamaah yang meninggal dunia di Tanah Suci serta jamaah yang harus menunda kepulangan karena alasan kesehatan.
Pada Kloter 44, jumlah jamaah saat keberangkatan tercatat 249 orang. Namun yang kembali ke tanah air sebanyak 247 orang. Satu jamaah atas nama Hj. Sri Wuwuh asal Doplang meninggal dunia di Arab Saudi, sementara seorang jamaah lainnya, Supar asal Kunduran, masih menjalani perawatan medis dan dijadwalkan pulang bersama Kloter 56.
Sementara itu, Kloter 45 menjadi rombongan dengan jumlah jamaah paling utuh. Dari total 354 jamaah yang berangkat, seluruhnya kembali ke Kabupaten Blora dalam kondisi lengkap.
Adapun Kloter 46 yang berangkat dengan jumlah 185 jamaah, tercatat 182 orang kembali ke tanah air. Satu jamaah atas nama H. Sutrisno asal Seren meninggal dunia di Tanah Suci, sedangkan dua jamaah lainnya berpindah kloter karena menyesuaikan kondisi teknis di lapangan.
Menanggapi laporan tersebut, Bupati Blora menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Ia juga mengapresiasi kekompakan dan sikap para jamaah selama berada di Arab Saudi.
"Alhamdulillah pelaksanaan ibadah haji tahun ini berlangsung lancar. Jamaah Blora berada dalam satu lokasi dengan kondisi yang baik, dan pelayanan yang diterima juga dilaporkan memuaskan. Tentu kami ikut senang dan bahagia," ujar Bupati.
Dalam kesempatan itu, Bupati mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan almarhumah Hj. Sri Wuwuh dan almarhum H. Sutrisno agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
"Kami berdoa semoga seluruh jamaah yang telah kembali ke tanah air menjadi haji yang mabrur serta membawa keberkahan bagi Kabupaten Blora. Terima kasih karena telah menjaga nama baik daerah selama berada di Tanah Suci," pungkasnya.
(Bambang)



0 Komentar