Presiden Resmikan Inpres Jalan Daerah 2025, Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Percepatan Perbaikan Infrastruktur di Jawa Tengah
PATI – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan pelaksanaan Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah Tahun Anggaran 2025 secara daring pada Selasa (23/6/2026). Kegiatan yang diikuti seluruh provinsi di Indonesia tersebut dipusatkan di Pendopo Kabupaten Pati dan dihadiri secara langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama 19 bupati dan wali kota atau perwakilannya dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Acara yang berlangsung mulai pukul 11.05 hingga 11.45 WIB itu diikuti sekitar 100 peserta dan berjalan aman serta kondusif. Hadir pula sejumlah pejabat pemerintah provinsi, kepala balai Kementerian Pekerjaan Umum, unsur Forkopimda Kabupaten Pati, serta jajaran pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pembangunan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di 37 provinsi merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah dan menghadirkan pemerataan pembangunan.
Menurut Presiden, keberadaan jalan yang baik akan memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan, perikanan, serta berbagai komoditas lainnya dari desa menuju pasar dan pusat distribusi. Dengan konektivitas yang semakin baik, biaya logistik dapat ditekan sehingga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Presiden juga menegaskan bahwa tidak boleh ada daerah yang tertinggal akibat keterbatasan akses infrastruktur. Ia menilai jalan yang memadai merupakan bagian penting dari strategi ketahanan nasional, termasuk dalam mendukung program swasembada pangan dan energi melalui distribusi yang lancar.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui program Inpres Jalan Daerah yang dinilai sangat membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur.
Ia mengungkapkan bahwa curah hujan tinggi sepanjang tahun 2025 menyebabkan penurunan tingkat kemantapan jalan di sejumlah wilayah. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melakukan evaluasi anggaran dan menyiapkan langkah percepatan peningkatan kualitas jalan dengan target kemantapan jalan provinsi kembali mencapai 94 persen.
“Sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota harus terus diperkuat agar penanganan infrastruktur jalan berjalan lebih cepat dan berkelanjutan,” tegas Ahmad Luthfi.
Selain itu, Gubernur juga meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk segera merealisasikan program perbaikan jalan yang telah dianggarkan serta memberikan informasi yang transparan kepada masyarakat mengenai proses pembangunan yang sedang berjalan.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sendiri telah mengalokasikan hampir Rp200 miliar untuk pembangunan dan perbaikan jalan pada tahun 2025. Anggaran tersebut akan diperkuat melalui perubahan anggaran sesuai dengan prioritas pembangunan daerah, termasuk mendukung sektor pariwisata yang menjadi fokus pengembangan Jawa Tengah pada 2027.
Program Inpres Jalan Daerah ini dinilai menjadi solusi penting dalam membantu pemerintah daerah mengatasi keterbatasan APBD untuk pembangunan infrastruktur. Dengan kondisi jalan yang semakin mantap, diharapkan mobilitas masyarakat dan distribusi barang dapat berjalan lebih efisien, biaya operasional kendaraan menurun, keselamatan pengguna jalan meningkat, serta pertumbuhan ekonomi daerah semakin terdorong.
Selama kegiatan berlangsung, aparat intelijen dan aparat penegak hukum melakukan deteksi dini, sterilisasi area, koordinasi dengan pemerintah daerah, serta monitoring kegiatan guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan kondusif.
(Rusmin)




0 Komentar