Pemuda Melayu Jangan Jadi Penonton! HPMM Rohil Serukan Perang Melawan Perpecahan dan Krisis Jati Diri

ROKAN HILIR – Di tengah derasnya arus perubahan sosial dan dinamika pembangunan daerah, Himpunan Pemuda Mahasiswa Melayu (HPMM) Kabupaten Rokan Hilir mengeluarkan peringatan keras kepada generasi muda agar tidak kehilangan jati diri dan terjebak dalam perpecahan yang dapat mengancam masa depan daerah.


Ketua Umum HPMM Rokan Hilir, Muhammad Bakri, menegaskan bahwa menjaga adat istiadat Melayu dan memperkuat persatuan masyarakat merupakan amanah besar yang harus dipikul generasi muda saat ini.

Menurutnya, Rokan Hilir memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan potensi sumber daya manusia yang besar. Namun seluruh potensi tersebut bisa kehilangan makna apabila masyarakat tidak memiliki fondasi budaya dan persatuan yang kuat.

“Adat itu pedoman hidup orang Melayu. Di dalamnya ada nilai, etika, dan tunjuk ajar yang membentuk karakter. Jika adat ditinggalkan, maka identitas dan kekuatan moral generasi muda juga akan ikut melemah. Karena itu, kuatkan adat dan kokohkan persatuan. Itu amanah yang tidak bisa ditawar,” tegas Muhammad Bakri.

Ia juga mengingatkan bahwa pemuda Melayu tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pembangunan daerah. Generasi muda harus tampil sebagai pelaku perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Muhammad Bakri menyoroti maraknya perbedaan pandangan politik dan kepentingan kelompok yang berpotensi memecah belah masyarakat. Ia meminta pemuda menjadi perekat persaudaraan, bukan justru menjadi bagian dari konflik sosial.

“Jangan mudah diadu domba. Rokan Hilir adalah rumah bersama. Bagai aur dengan tebing, kita harus saling menguatkan. Pemuda harus hadir sebagai solusi, bukan sumber perpecahan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa investasi terbesar bagi masa depan daerah bukan hanya sumber daya alam, melainkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pemuda didorong untuk terus belajar, mengasah keterampilan, aktif berorganisasi, dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan di berbagai sektor.

“Sepuluh hingga dua puluh tahun ke depan ditentukan oleh kualitas pemudanya hari ini. Anak-anak Melayu harus menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, kompeten, dan siap bersaing,” katanya.

HPMM Rokan Hilir juga mengajak seluruh organisasi kepemudaan, tokoh adat, alim ulama, pemerintah, dan dunia usaha untuk bersinergi menjaga marwah Melayu dan memperkuat pembangunan daerah.

Di akhir pesannya, Muhammad Bakri menegaskan bahwa persatuan dan pelestarian adat merupakan kunci menuju Rokan Hilir yang lebih maju, adil, dan bermartabat.

“Jika adat tetap terjaga dan persaudaraan tetap kokoh, pembangunan akan berjalan lebih baik. Mari kita jaga marwah Melayu, perkuat persatuan, dan wariskan Rokan Hilir yang lebih baik kepada generasi mendatang,” tutupnya.

HPMM Rokan Hilir menegaskan komitmennya untuk terus menjadi ruang pembinaan generasi muda melalui pendidikan, diskusi, pelatihan, dan berbagai kegiatan sosial yang mendorong lahirnya pemimpin-pemimpin masa depan yang berkarakter dan berintegritas.

 (Jismar)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html