Lalai Membakar Sampah, Rumah dan Kandang Warga di Blora Hangus Terbakar
Korban diketahui bernama Sutrisno (71), warga setempat. Rumah beserta kandang yang berisi jerami ludes terbakar, meski tidak menimbulkan korban jiwa.
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh Suwartini (36), tetangga korban. Ia terbangun setelah mendengar suara genting pecah dan bunyi letupan dari arah belakang rumah.
Saat keluar untuk memeriksa, Suwartini melihat kobaran api telah membesar dan melahap rumah serta kandang milik Sutrisno.
“Melihat api sudah membesar, saya langsung berteriak meminta pertolongan warga,” ujarnya.
Teriakan tersebut membangunkan warga sekitar yang kemudian berdatangan dan bergotong royong memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Berkat kesigapan warga, dua ekor sapi dan dua ekor kambing milik korban berhasil diselamatkan bersama sebagian barang berharga lainnya.
Perangkat Desa Sembongin, Rosikin (61), segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Satu unit mobil damkar dari Kecamatan Ngawen datang pertama kali ke lokasi, namun besarnya kobaran api membuat petugas meminta bantuan tambahan.
Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Blora kemudian diterjunkan hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasihumas AKP Midiyono, S.H., mengatakan jajaran Polsek Banjarejo langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari perangkat desa, Ali Mukhtar Effendi.
“Begitu menerima laporan, Kapolsek Banjarejo AKP Gembong Widow, S.H., bersama anggota piket SPKT dan Reskrim langsung melakukan pengecekan serta olah tempat kejadian perkara. Syukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” kata AKP Midiyono.
Menurutnya, kerugian material akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp7 juta, meliputi rumah kayu jati, kandang ternak, dan sejumlah jerami yang ikut terbakar.
Petugas juga mengamankan sisa kayu dan jerami yang terbakar sebagai barang bukti. Kasus tersebut telah dibuatkan laporan polisi di SPKT Polsek Banjarejo.
AKP Midiyono mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membakar sampah, terutama pada musim kemarau yang disertai angin kencang.
“Api kecil dapat dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan di sekitarnya. Jika harus membakar sampah, lakukan di tempat yang aman, jauh dari rumah maupun kandang ternak, sediakan air untuk antisipasi, dan jangan pernah meninggalkannya tanpa pengawasan,” pesannya.
Hingga Jumat pagi, situasi di Desa Sembongin telah kembali kondusif. Warga secara bergotong royong membantu Sutrisno membersihkan puing-puing kebakaran dan menyelamatkan barang-barang yang masih tersisa.
(Bambang)



0 Komentar