Bupati Blora Peringatkan: Pancasila Jangan Hanya Jadi Pajangan di Dinding Kantor
Membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, Bupati menekankan bahwa tantangan bangsa saat ini bukan hanya menjaga eksistensi Pancasila sebagai dasar negara, tetapi memastikan nilai-nilainya benar-benar hidup dalam perilaku masyarakat dan kebijakan pemerintah.
"Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah," tegasnya di hadapan peserta upacara.
Menurutnya, Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum refleksi nasional untuk mengukur sejauh mana nilai persatuan, keadilan sosial, kemanusiaan, dan musyawarah telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", peringatan tahun ini menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya relevan menjaga keutuhan Indonesia, tetapi juga menawarkan nilai-nilai yang dibutuhkan dunia di tengah meningkatnya konflik dan polarisasi global.
"Pancasila adalah bintang penuntun bangsa. Di tengah ketidakpastian dunia dan ancaman fragmentasi, Indonesia mampu berdiri kokoh sebagai negara yang mempersatukan ribuan pulau, ratusan etnis, dan beragam budaya dalam satu identitas kebangsaan," ujarnya.
Dalam amanat tersebut juga disoroti pentingnya keberpihakan pemerintah terhadap rakyat melalui kebijakan yang adil dan berpihak kepada kelompok paling rentan. Para pemimpin, baik di pusat maupun daerah, diingatkan agar tidak melahirkan kebijakan yang meninggalkan masyarakat kecil.
Selain itu, ancaman intoleransi dan radikalisme disebut sebagai tantangan nyata yang harus dihadapi bersama. Pemerintah dan masyarakat diminta terus menjaga harmoni sosial serta memperkuat semangat kebangsaan.
"Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita," tegasnya.
Di akhir sambutan, seluruh elemen bangsa diajak meneguhkan kembali komitmen terhadap Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, kuat dalam persatuan, dan kokoh karena nilai-nilai kemanusiaannya," pungkasnya.
Upacara Hari Lahir Pancasila berlangsung khidmat dengan dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, kepala OPD, TNI, Polri, ASN, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, pelajar, hingga anggota Pramuka dari berbagai sekolah di Kabupaten Blora.
Tokoh yang diberitakan adalah Arief Rohman dan Yudian Wahyudi. Judul tersebut dirancang lebih kuat, kritis, dan berpotensi menarik perhatian pembaca media online tanpa mengubah substansi pernyataan.
(Bambang)


0 Komentar