Blora Darurat Narkoba? Desa Sumurboto Perkuat Kampung Bebas Narkoba, Warga Diajak Jadi Garda Terdepan
Posko KBDN di Jepon Dioptimalkan, Edukasi dan Pengawasan Diperketat untuk Menutup Ruang Peredaran Narkotika hingga Tingkat Desa.
Langkah tersebut diwujudkan melalui optimalisasi Posko Kampung Bebas Dari Narkoba yang berada di jalur Desa Turirejo-Sumurboto. Posko yang memanfaatkan aset milik pemerintah desa itu kini difungsikan sebagai pusat edukasi, koordinasi, serta layanan informasi bagi masyarakat dalam upaya memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika.
Data lapangan menunjukkan bahwa pendekatan pencegahan menjadi fokus utama program ini. Pengurus posko bersama petugas terkait secara rutin melakukan penyebaran pamflet dan pemasangan media informasi di sejumlah titik strategis yang dianggap rawan menjadi sasaran peredaran narkoba.
Tidak hanya mengandalkan kampanye visual, pengurus juga menggelar sosialisasi tatap muka kepada masyarakat. Warga diberikan pemahaman mengenai dampak kesehatan, kerugian sosial, hingga ancaman hukum yang mengintai pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.
Untuk memastikan program berjalan efektif, pengurus Posko KBDN melakukan survei dan pengumpulan testimoni secara berkala. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat dukungan masyarakat cukup tinggi. Warga menilai keberadaan posko telah meningkatkan kesadaran kolektif sekaligus memperkuat sistem kewaspadaan lingkungan terhadap potensi masuknya narkoba.
Kasatresnarkoba Polres Blora, AKP Miftah Anshori, S.H., M.H., menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum.
"Keberadaan Posko Kampung Bebas Dari Narkoba di Desa Sumurboto diharapkan menjadi pusat kolaborasi antara pemerintah desa, kepolisian, dan masyarakat. Edukasi yang berkelanjutan serta partisipasi aktif warga merupakan kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari ancaman narkoba," tegasnya.
Penguatan Kampung Bebas Narkoba di Sumurboto menjadi bukti bahwa perang terhadap narkotika harus dimulai dari tingkat paling bawah, yakni lingkungan desa. Pertanyaannya, mampukah model ini menjadi contoh bagi desa-desa lain di Blora untuk membangun benteng sosial yang lebih kuat sebelum jaringan narkoba semakin leluasa menyusup ke tengah masyarakat?
(Bambang)



0 Komentar