Warga Bambankerep Pukau Juri PKK Lewat Inovasi Lingkungan dan Kompor Jelantah
Tim penilai yang diterjunkan dalam kegiatan tersebut terdiri dari Ibu Yuni Pujiastuti, Ibu Rr Dateng Sri Rejeki, Ibu Sri Mulyani, dan Ibu Mulad Utami. Dalam keterangannya, Yuni Pujiastuti menjelaskan bahwa lomba ini merupakan program komprehensif yang menitikberatkan pada sejumlah indikator utama.
“Lomba Tata Laksana Rumah Tangga ini merupakan program komprehensif dari TP PKK Kecamatan Ngaliyan. Poin-poin utama yang kami nilai meliputi Rumah Sehat, Taman TOGA (Tanaman Obat Keluarga), KWT (Kelompok Wanita Tangguh), Bank Sampah, serta dilengkapi dengan penilaian LBS (Lingkungan Bersih dan Sehat) dan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat),” jelasnya.
Warga RW 05 Bambankerep terlihat kompak membagi peran sesuai sektor penilaian. RT 01 RW 05 menjadi representasi kategori Rumah Sehat dan PHBS dengan lingkungan yang bersih, sanitasi baik, serta pola hidup sehat masyarakatnya.
Sementara itu, RT 05 RW 05 menampilkan ketahanan pangan keluarga melalui pengelolaan Taman TOGA dan aktivitas Kelompok Wanita Tangguh (KWT) yang aktif memanfaatkan pekarangan produktif.
Perhatian utama dewan juri tertuju di RT 03 RW 05 yang menjadi pusat pengelolaan Bank Sampah dan Lingkungan Bersih Sehat (LBS). Warga setempat dinilai berhasil menerapkan prinsip zero waste dengan menyediakan tempat sampah organik dan anorganik di setiap rumah serta mengolah limbah organik menjadi berbagai produk bernilai guna, seperti pupuk organik cair (POC), Jakaba, pupuk kohe, eco-enzyme, hingga kerajinan daur ulang.
Inovasi lain yang turut menarik perhatian adalah demonstrasi kompor jelantah yang dipaparkan oleh Bambang Wilis selaku pengurus Seksi Lingkungan Hidup RT 03 RW 05.
“Kompor minyak goreng bekas atau kompor jelantah ini adalah inovasi alternatif hemat energi yang memanfaatkan limbah dapur rumah tangga untuk memasak. Kompor ini menggunakan sistem pembakaran khusus yang dibantu adaptor dan blower listrik sehingga menghasilkan api biru yang stabil tanpa asap berlebih,” terang Bambang Wilis di hadapan tim penilai.
Ia menjelaskan, minyak jelantah ditampung pada tangki khusus lalu dialirkan ke tungku secara terukur. Api awal dinyalakan menggunakan media sederhana, kemudian blower digunakan untuk menyuplai oksigen agar pembakaran stabil dan efisien.
Atas integrasi program lingkungan dan kekompakan warga tersebut, tim juri memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Kampung Candisewu RW 05 Bambankerep. Melalui tata kelola lingkungan yang terintegrasi dan inovasi energi alternatif berbasis limbah rumah tangga, warga optimistis mampu meraih hasil terbaik dalam ajang Lomba Tata Laksana Rumah Tangga tingkat Kecamatan Ngaliyan tahun 2026.
(Sriyanto)


0 Komentar