Universitas Ivet Ikuti Pengabdian Kepada Masyarakat Internasional di Malaysia Bersama 36 Perguruan Tinggi Indonesia
SEMARANG – Universitas Ivet bersama 36 perguruan tinggi di Indonesia mengikuti kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) internasional yang diselenggarakan di Malaysia pada 10–13 Mei 2026.
Pada kegiatan tersebut diangkat tema “Strengthening Language Proficiency, Education, and Human Capital Development for Indonesian Migrant Workers in a Global Context” serta “An Integrated Model of Economic Empowerment, Health Promotion, and Psychosocial Well-being for Indonesian Migrant Workers.”
Kegiatan dihadiri para pekerja migran Indonesia beserta anak-anak mereka. Tim pengabdian yang tergabung dalam Komunitas Dosen Multidisiplinari Indonesia berkolaborasi dengan PCI Muslimat NU Malaysia dalam memberikan edukasi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, promosi kesehatan, serta pemberdayaan psikososial bagi masyarakat migran Indonesia di Malaysia.
Sementara itu, lokasi kedua dilaksanakan di Sekolah Rendah Islam I Musleh dengan mengusung tema “Empowering Early Learners: A Transdisciplinary Approach to Gender Awareness and Breast Cancer Prevention through Numeracy-Based AR Comics and Games.”
Kegiatan tersebut ditujukan bagi siswa sekolah dasar dengan pendekatan edukasi inovatif berbasis permainan dan teknologi. Para peserta didik diperkenalkan pada pendidikan kesadaran gender dan pencegahan kanker payudara sejak dini melalui media pembelajaran interaktif berupa buku pendidikan gender berbasis Augmented Reality (AR), permainan numerasi dan sains, serta komik edukasi remaja mengenai pencegahan kanker payudara.
Dalam kegiatan internasional ini, Universitas Ivet diwakili oleh Maria Denok Bekti Agustiningrum, Lenny Kurniati, dan Wahyuni Arumsari.
Perwakilan Universitas Ivet turut membawa serta memperkenalkan berbagai produk hasil penelitian dan inovasi pembelajaran yang telah dikembangkan sebagai bentuk implementasi hilirisasi penelitian dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional.
Partisipasi Universitas Ivet dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam memperluas jejaring internasional, meningkatkan kontribusi akademik di tingkat global, serta mendorong pemanfaatan hasil penelitian yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Selain menjadi wadah kolaborasi antarperguruan tinggi, kegiatan tersebut juga memperkuat peran dosen dalam pengembangan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat lintas negara.
(Sukindar)



0 Komentar