Ratusan Massa Geruduk Polresta Pati, AMPB Desak Pengusutan Sejumlah Kasus dan Evaluasi Kinerja Kepolisian

PATI — Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolresta Pati, Rabu (13/5/2026). Aksi yang berlangsung sejak pukul 13.30 WIB hingga 17.10 WIB itu diwarnai berbagai tuntutan terkait penegakan hukum dan evaluasi kinerja aparat kepolisian di wilayah Kabupaten Pati.

Berdasarkan pantauan ydi lapangan, massa datang membawa mobil komando, kendaraan sound system, spanduk, banner, serta bendera Merah Putih dan atribut organisasi. Aksi dipimpin oleh Supriyono Botok dan Teguh Istiyanto selaku koordinator lapangan, dengan jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 500 orang.

Peserta aksi terdiri dari;

  • anggota AMPB, 
  • perwakilan warga Desa Tambahmulyo, 
  • keluarga korban kasus tongtek di Desa Talun Kecamatan Kayen, 
  • hingga warga Sukolilo yang menuntut penyelesaian sejumlah perkara hukum yang dinilai belum tuntas.

Dalam orasinya, massa menyampaikan empat tuntutan utama, yakni;

  • mendesak pengungkapan pelaku utama kasus pembunuhan pada peristiwa tongtek di Desa Talun, 
  • pengusutan kasus pembunuhan di Sukolilo, 
  • penyelesaian persoalan dugaan pengalihan tanah Desa Tambahmulyo menjadi aset Polri, 
  • serta pengusutan dugaan percobaan pembakaran rumah aktivis Teguh Istiyanto.

Aksi dimulai dengan orasi bergantian dari sejumlah perwakilan massa. Pada pukul 14.12 WIB, peserta aksi menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk simbolik perjuangan mereka dalam menyuarakan tuntutan kepada aparat penegak hukum.

Sejumlah spanduk berisi kritik tajam terhadap penanganan perkara hukum turut dibentangkan di depan Mapolresta Pati. Massa juga menyoroti isu dugaan pungutan biaya keamanan kegiatan hiburan yang disebut mencapai Rp20 juta per kegiatan orkes di desa-desa.

Dalam pernyataannya, massa menilai terdapat lambannya penanganan sejumlah kasus yang menjadi perhatian publik. Mereka mendesak kepolisian agar bekerja lebih profesional, transparan, dan tidak tebang pilih dalam menegakkan hukum.

Selain itu, massa juga menyinggung maraknya dugaan praktik perjudian togel, tambang ilegal, hingga kasus kekerasan seksual yang menurut mereka harus segera ditindak secara tegas oleh aparat penegak hukum.

Di tengah aksi, massa sempat meminta Kapolresta Pati turun langsung menemui peserta aksi untuk memberikan penjelasan terkait berbagai tuntutan yang disampaikan. Namun hingga aksi berakhir, kegiatan berlangsung dalam keadaan tertib dan kondusif di bawah pengamanan aparat gabungan.

Berdasarkan analisa lapangan, aksi tersebut dinilai sebagai bentuk meningkatnya tekanan publik terhadap institusi kepolisian terkait penegakan hukum di Kabupaten Pati. Massa menuntut adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja aparat serta reformasi pelayanan hukum yang dianggap belum memenuhi rasa keadilan masyarakat.

Petugas keamanan dan aparat intelijen tampak melakukan monitoring selama kegiatan berlangsung guna mengantisipasi kemungkinan adanya provokasi maupun gangguan keamanan lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polresta Pati terkait tuntutan yang disampaikan massa dalam aksi tersebut.

(Sumadi)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html