HKG PKK ke-54 Dipusatkan di Blora, Program “Kencan Bumil” dan SIM PKK Resmi Diluncurkan
Kegiatan dihadiri Taj Yasin Maimoen, Ketua TP PKK Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin, Arief Rohman, Wakil Bupati Blora Sri Setyorini, Ketua TP PKK Blora Ainia Salichah Arief Rohman, jajaran Forkopimda, kepala OPD, hingga pengurus PKK se-Jawa Tengah.
Peluncuran program ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Wakil Gubernur bersama jajaran pemerintah daerah dan pengurus PKK sebagai simbol dimulainya gerakan pendampingan ibu hamil berbasis kader.
Program “Kencan Bumil” menjadi salah satu fokus utama dalam HKG PKK tahun ini. Ketua TP PKK Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin menjelaskan, program tersebut mengusung konsep satu kader PKK mendampingi satu ibu hamil guna memastikan kondisi kesehatan ibu dan bayi terpantau secara berkala.
“Persoalan ibu dan anak tidak hanya soal medis, tetapi juga sosial. Karena itu kader PKK harus hadir mendampingi,” kata Nawal.
Menurutnya, meskipun angka kematian ibu dan bayi di Jawa Tengah mengalami penurunan, kasus serupa masih ditemukan di sejumlah daerah sehingga diperlukan penguatan pendampingan hingga tingkat desa.
Selain meluncurkan “Kencan Bumil”, Pemprov Jateng juga memperkenalkan SIM PKK yang dirancang untuk mempermudah pengelolaan data program secara terintegrasi dan cepat.
Dalam sambutannya, Nawal turut mengulas sejarah lahirnya PKK yang disebut berawal dari gerakan perempuan di kawasan Dieng, Wonosobo untuk mengatasi persoalan busung lapar.
“PKK lahir dari semangat gotong royong perempuan menyelesaikan persoalan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menilai program “Kencan Bumil” mampu meningkatkan keterlibatan keluarga, terutama suami, dalam menjaga kesehatan ibu hamil.
“Sering kali ibu hamil periksa sendiri tanpa pendampingan suami. Padahal suami harus memahami kondisi istrinya agar risiko bisa diantisipasi sejak dini,” kata Taj Yasin.
Ia menegaskan, perhatian terhadap ibu hamil menjadi bagian penting dalam upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas generasi mendatang menuju Indonesia Emas 2045.
Taj Yasin juga mengapresiasi peluncuran SIM PKK yang dinilai akan memperkuat monitoring program pemberdayaan masyarakat hingga tingkat desa.
Tak hanya fokus pada kesehatan, rangkaian HKG PKK ke-54 juga diisi dengan gerakan penghijauan melalui penanaman pohon dan pembagian bibit tanaman kepada masyarakat. Program tersebut digagas TP PKK Blora bersama Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Blora.
“Gerakan tanam setiap Rabu Pon ini sangat baik untuk mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus menjaga lingkungan,” ujar Taj Yasin.
Bibit tanaman dibagikan untuk ditanam di pekarangan rumah warga agar memiliki nilai ekonomi sekaligus menopang kebutuhan pangan rumah tangga.
Di kesempatan yang sama, Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan apresiasi atas penunjukan Blora sebagai tuan rumah HKG PKK tingkat Jawa Tengah.
Menurutnya, PKK memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah, terutama sektor UMKM, ketahanan pangan, hingga kesehatan masyarakat desa.
“Ibu-ibu desa bisa mendukung ekonomi keluarga. Produk UMKM desa nantinya bisa dipasarkan melalui Koperasi Desa Merah Putih,” kata Arief Rohman.
Ia juga menyinggung program “Sedekah Buku” hasil kolaborasi TP PKK dan Dinas Perpustakaan guna memperkuat budaya literasi masyarakat hingga pelosok desa.
Selain peluncuran program, kegiatan juga diramaikan layanan sosial dan kesehatan seperti cek kesehatan gratis, donor darah, pelayanan KB, administrasi kependudukan, pasar pangan murah, PAUD, hingga stan UMKM lokal.
Pemerintah turut menyerahkan bantuan simbolis berupa sertifikat pelatihan “Kencan Bumil”, bantuan sembako, bibit tanaman, bantuan kelompok usaha bersama (KUBE), kartu identitas anak (KIA), paket ternak ayam petelur, hingga alat bantu penyandang disabilitas.
Acara ditutup dengan grebeg gunungan, pemotongan tumpeng HKG PKK, penyematan pin kader PKK, dan dialog interaktif daring bersama sejumlah kabupaten di Jawa Tengah.




0 Komentar