Final KU 2016 Digelar Saat Magrib, Johar Soccer Academy Soroti Kesiapan Turnamen Usia Dini

SEMARANG – Pelaksanaan partai final Kejuaraan KONI Pusat ke-VII kelompok umur 2016 di Lapangan BR Semarang pada Minggu (24/5/2026) menuai sorotan dari peserta turnamen. Johar Soccer Academy meminta adanya evaluasi menyeluruh terkait penjadwalan pertandingan usia dini yang dinilai berlangsung dalam kondisi kurang ideal bagi anak-anak.

Turnamen yang diikuti 24 Sekolah Sepak Bola (SSB) dari berbagai daerah tersebut merupakan ajang pembinaan dan kompetisi pemain usia dini. Pada laga final, Johar Soccer Academy berhadapan dengan Brimob Pati dalam pertandingan yang berlangsung menjelang waktu magrib.


Babak pertama pertandingan bahkan masih berlangsung ketika adzan magrib berkumandang. Selain itu, kondisi cuaca mendung membuat pencahayaan lapangan mulai berkurang sehingga dinilai kurang mendukung untuk pertandingan anak usia dini.

Owner Johar Soccer Academy, Hamit, menegaskan pihaknya tetap menghormati upaya penyelenggara dalam menghadirkan kompetisi pembinaan usia dini. Namun ia berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bersama agar ke depan pelaksanaan turnamen lebih matang dan profesional.

“Kami berharap ke depan seluruh pertandingan usia dini dapat disusun dengan perencanaan yang lebih matang agar anak-anak dapat bermain dalam kondisi yang aman, nyaman, dan layak. Situasi di lapangan harus menjadi perhatian bersama demi menjaga kualitas pembinaan sepak bola usia dini,” ujar Hamit.

Menurutnya, pembinaan sepak bola anak tidak hanya berbicara soal kompetisi dan hasil pertandingan, tetapi juga menyangkut aspek keselamatan, kenyamanan, serta kesiapan teknis penyelenggaraan.

Ia menilai penjadwalan pertandingan hingga mendekati malam hari seharusnya dapat diantisipasi sejak awal, terlebih pertandingan melibatkan pemain kelompok umur yang membutuhkan kondisi fisik dan mental yang lebih terjaga.

Johar Soccer Academy juga menyampaikan bahwa masukan terkait pelaksanaan pertandingan telah diteruskan kepada pihak terkait, termasuk KONI Pusat, PSSI, serta panitia penyelenggara event sebagai bentuk kepedulian terhadap kualitas kompetisi usia dini di Indonesia.

“Selain fasilitas dan jadwal pertandingan, kami juga berharap setiap penyelenggaraan event usia dini melibatkan panitia yang memiliki kompetensi, kesiapan, dan pemahaman yang baik dalam mengelola pertandingan anak-anak, sehingga kompetisi dapat berjalan lebih tertata dan profesional,” tambahnya.

Sorotan ini dinilai menjadi alarm penting bagi dunia sepak bola usia dini di Indonesia. Pasalnya, pembinaan pemain muda bukan sekadar menggelar turnamen, tetapi juga memastikan seluruh aspek pelaksanaan benar-benar mendukung tumbuh kembang atlet muda secara sehat dan positif.

Johar Soccer Academy menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan sebagai masukan konstruktif agar kompetisi sepak bola usia dini di Indonesia semakin berkualitas, profesional, dan berpihak pada kepentingan anak-anak sebagai generasi penerus sepak bola nasional.

(Hamit)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html