Dokter Spesialis Turun ke Desa, Warga Pati Serbu Layanan Gratis: Bukti Negara Hadir atau Sekadar Pencitraan?
Sedikitnya sekitar 65 warga mengikuti kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga 12.15 WIB tersebut. Program ini disebut sebagai bentuk nyata pendekatan pelayanan kesehatan “jemput bola” di tengah masih banyaknya masyarakat desa yang kesulitan menjangkau layanan medis spesialis akibat faktor biaya dan jarak.
Hadir dalam kegiatan itu perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Direktur RSUD Suwondo Pati Dr. Rini Susilowati, M.Kes., M.M., Kapuskesmas Gembong dr. Danur beserta jajaran, Danramil 11/Gembong Letda Czi Gatot B., Kapolsek Gembong AKP Lilik S., Kepala Desa Semirejo Didik S., para kader Posyandu, bidan desa, hingga tokoh masyarakat setempat.
Kepala Desa Semirejo Didik S. dalam sambutannya menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak boleh lagi terasa jauh bagi rakyat kecil.
“Pelayanan kesehatan harus semakin dekat, cepat, tepat, dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Pendekatan humanis menjadi kunci agar warga merasa nyaman memeriksakan diri,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Suwondo Pati Dr. Rini Susilowati menyoroti pentingnya keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat dalam membangun kesadaran hidup sehat.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Pencegahan penyakit, pemenuhan gizi keluarga, hingga kesehatan ibu dan anak membutuhkan dukungan seluruh elemen desa,” ujarnya.
Namun di balik antusiasme warga, kegiatan ini juga memunculkan pertanyaan publik: apakah layanan kesehatan keliling semacam ini akan benar-benar berkelanjutan, atau hanya menjadi agenda seremonial sesaat?
Pasalnya, di sejumlah wilayah pedesaan Kabupaten Pati, akses dokter spesialis masih menjadi persoalan klasik. Banyak warga mengaku baru bisa berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis ketika ada program pemerintah turun ke desa. Kondisi ini dinilai menjadi sinyal bahwa pemerataan layanan kesehatan masih belum sepenuhnya merata.
Meski demikian, warga Semirejo menyambut positif program tersebut. Selain pemeriksaan kesehatan gratis, masyarakat juga mendapatkan edukasi pola hidup sehat dan pencegahan penyakit sejak dini.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan mendapat pengamanan dari unsur TNI-Polri. Aparat intelijen wilayah juga melakukan pemantauan selama kegiatan berlangsung guna memastikan situasi tetap kondusif.
Program Speling kini menjadi sorotan karena dianggap mampu menjadi solusi cepat bagi masyarakat desa. Namun publik tentu menunggu langkah nyata pemerintah: apakah layanan dokter spesialis keliling ini akan diperluas secara rutin, atau berhenti sebatas kunjungan simbolis demi pencitraan birokrasi semata.
(Arikha)





0 Komentar