70 Guru Madrasah Pati Bergerak ke DPR RI, Suarakan Nasib Non-ASN yang Lama Terabaikan
PATI- Persatuan Guru Seluruh Indonesia Kabupaten Pati memberangkatkan puluhan guru madrasah menuju gedung DPR RI di Jakarta dalam rangka aksi Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026. Aksi ini menjadi sinyal kuat meningkatnya keresahan tenaga pendidik swasta dan non-ASN terhadap ketidakjelasan status, rendahnya kesejahteraan, serta minimnya perlindungan profesi dari pemerintah.
Mayoritas peserta merupakan guru madrasah swasta dari berbagai wilayah di Kabupaten Pati. Mereka tergabung dalam rombongan PD PGSI Kabupaten Pati dengan koordinator lapangan Sunoto, S.Ag, S.Pd, M.Pd, yang juga menjabat Kepala MA Walisongo Kayen.
Meski semula ditargetkan mencapai 100 peserta, jumlah massa yang berangkat menyusut menjadi 70 orang. Informasi yang dihimpun menyebutkan sebagian calon peserta batal ikut karena kepentingan pribadi maupun aktivitas sekolah yang tidak bisa ditinggalkan.
Dalam aksi tersebut, para guru membawa sejumlah tuntutan yang selama ini dinilai belum mendapat perhatian serius pemerintah, antara lain:
- Kepastian status dan perlindungan profesi guru swasta maupun non-ASN;
- Peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik;
- Perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan guru madrasah swasta;
- Solusi konkret bagi tenaga pendidik non-ASN yang hingga kini masih berada dalam ketidakpastian regulasi.
Aksi ini juga memperlihatkan adanya ketimpangan perlakuan antara guru ASN dengan tenaga pendidik swasta yang selama bertahun-tahun menjadi penopang pendidikan berbasis keagamaan di daerah.
“Kami bukan sekadar menuntut kenaikan kesejahteraan, tetapi meminta negara hadir memberi kepastian masa depan guru madrasah,” ungkap salah satu peserta sebelum keberangkatan.
Rombongan berangkat usai melaksanakan salat Asar di SMA Muria Pati. Sesuai jadwal, peserta transit makan malam di rest area, kemudian melaksanakan mandi dan salat Subuh di Masjid At-Tiin Jakarta Timur sebelum bergerak menuju gedung DPR RI.
Dua armada yang digunakan yakni bus Jetbus 3+ High Decker warna hijau putih bernopol K 7435 OA milik Syakira Perdana serta bus Legacy SR3 Neo Series hijau muda bernopol K 7038 OL milik KJM Putra.
Di tengah berbagai program pemerintah tentang peningkatan kualitas pendidikan nasional, aksi guru madrasah ini menjadi pengingat bahwa persoalan mendasar tenaga pendidik non-ASN belum sepenuhnya terselesaikan. Ironisnya, momentum Hari Kebangkitan Nasional justru dipakai para guru untuk “membangunkan” perhatian negara terhadap nasib mereka sendiri.
Hingga rombongan diberangkatkan pukul 15.52 WIB, situasi terpantau aman dan kondusif.
(Red.)



0 Komentar