Wawali Tegal Dampingi Anak Terindikasi Penyalahgunaan Obat Terlarang, Tekankan Peran Keluarga dan Sekolah

KOTA TEGAL – Wakil Wali Kota Taskiyyatul Muthmainnah melakukan pendampingan langsung kepada orang tua dan anak-anak di bawah umur yang terindikasi menyalahgunakan obat-obatan terlarang di Kantor Badan Narkotika Nasional Kota Tegal, Selasa (7/4/2026).


Kunjungan tersebut dilakukan setelah adanya laporan lima anak yang tengah menjalani pendampingan akibat dugaan penyalahgunaan obat keras berbahaya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memberikan dukungan moril sekaligus memperkuat pencegahan sejak dini. 🧩

Menurut Taskiyyatul Muthmainnah, informasi kasus tersebut diperoleh dari Kepala BNN Kota Tegal, sehingga pihaknya segera turun langsung memberikan pendampingan kepada anak-anak dan orang tua mereka.

“Jadi hari ini saya datang ke BNN mendapatkan informasi bahwa ada lima anak yang sedang dilakukan pendampingan terkait penyalahgunaan obat keras,” ujarnya.

Ia menilai persoalan tersebut tidak lepas dari kurangnya komunikasi dalam keluarga. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kedekatan emosional antara orang tua dan anak sebagai langkah pencegahan.

“Komunikasi antara orang tua dan anak ini belum terbuka. Ini yang perlu kita tingkatkan,” katanya. 

Selain itu, ia menyoroti peredaran obat yang diduga berasal dari lingkungan luar sekolah. Pemerintah Kota Tegal, menurutnya, akan berupaya memutus mata rantai distribusi tersebut.

“Anak-anak ini mendapatkan obat dari teman di luar sekolah. Ini perlu kita usut untuk memutus mata rantai peredaran obat-obatan,” tegasnya.

Pemerintah Kota Tegal juga akan memperkuat kerja sama dengan BNN, termasuk menyiapkan sistem pencegahan melalui edukasi di sekolah. Guru diharapkan dapat melakukan deteksi dini terhadap siswa yang berpotensi terpapar. 

Ia juga berpesan kepada orang tua agar tidak menghakimi anak, melainkan memberikan dukungan penuh.

“Jangan memberikan justifikasi bahwa mereka salah, tapi peluk mereka dan berikan kasih sayang. Yakinkan bahwa ini bukan akhir segalanya,” ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala BNN Kota Tegal Kunarto menjelaskan bahwa kasus serupa cukup sering ditemukan dan sebagian besar berasal dari deteksi pihak sekolah.

“BNN setiap hari Senin melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan ada tim Screening Intervensi Lapangan yang berkoordinasi dengan guru BK,” jelasnya.

Ia menambahkan, jumlah laporan yang masuk cukup tinggi.

“Kasus seperti ini di Kota Tegal hampir setiap hari ada, bisa dua sampai tiga orang, bahkan kemarin sampai sebelas orang,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, Badan Narkotika Nasional Kota Tegal tengah menyiapkan integrasi kurikulum anti narkotika di sekolah-sekolah agar siswa memahami bahaya narkoba sejak dini. 

(Yati)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html