Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Blora Ajak Fatayat NU Kembangkan Pertanian Organik
Pemerintah Kabupaten Blora mendorong kader Fatayat NU mengambil peran aktif dalam menjaga ketersediaan pangan rumah tangga, salah satunya melalui pemanfaatan lahan pekarangan.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Blora Ainia Shalichah, Wakil Ketua PCNU Blora Imron, Ketua Muslimat NU Blora Komariyah, jajaran PC Ansor Blora, serta kader Fatayat se-Kabupaten Blora.
Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, menegaskan bahwa potensi sektor pertanian di Blora sangat besar dan perlu didukung partisipasi masyarakat, termasuk kader Fatayat NU. Ia menilai gerakan menanam sayur-mayur dan cabai di lingkungan rumah tangga merupakan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan.
“Rumah-rumah kader Fatayat bisa ditanami cabai dan sayur mayur untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Ini bisa disinergikan dengan PKK,” ujarnya.
Bupati yang akrab disapa Gus Arief itu juga mengungkapkan bahwa inisiatif pertanian organik yang telah dirintis PCNU Blora menunjukkan hasil positif. Karena itu, ia mendorong kader Fatayat yang memiliki minat di bidang pertanian untuk ikut mengembangkan sistem tanam organik.
“Potensi di Blora ini luar biasa. Fatayat bisa berpartisipasi, terutama yang memiliki hobi bertani, untuk mengembangkan pertanian organik,” katanya.
Selain sektor pangan, Gus Arief juga menyinggung pentingnya peningkatan layanan kesehatan melalui program BPJS Kesehatan, serta dukungan terhadap program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia berharap Fatayat dapat bersinergi dalam pelaksanaan berbagai program tersebut.
Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Blora, Imatul Imro’ah, menjelaskan bahwa tema Harlah ke-76 adalah “Fatayat NU yang berdaya, berdampak, dan mendunia.”
Menurutnya, aspek “berdaya” mencakup penguatan kapasitas perempuan, baik dari sisi ekonomi melalui UMKM, intelektual, maupun spiritual. Sementara “berdampak” berarti Fatayat harus mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, seperti dalam isu kesehatan ibu dan anak, pencegahan kekerasan terhadap perempuan, serta literasi digital.
“Adapun ‘mendunia’ menegaskan bahwa kader Fatayat diharapkan mampu berkontribusi di tingkat global dengan membawa nilai Islam yang ramah dan moderat,” ujarnya.
Wakil Ketua PCNU Blora, Imron, turut mengajak kader Fatayat memperkuat spiritualitas, salah satunya melalui pembacaan sholawat Nariyah.
“Fatayat tidak lagi berada di belakang, tetapi harus tampil di depan dan menjadi inspirasi,” katanya.
Peringatan Harlah ke-76 Fatayat NU ini juga diisi dengan khotmil Qur’an, pemotongan tumpeng, penyerahan hadiah lomba Daiyah Online Hymne Fatayat, serta mauidhah hasanah oleh Nyai Siti Masitoh Ismari.
(Bambang)


0 Komentar