Ketua Umum FERADI WPI Kupas Makna Tema Milad ke-2: Organisasi Harus Hadir dengan Komitmen, Dedikasi, dan Cinta Tanah Air
SEMARANG – Menjelang pelaksanaan Milad ke-2 FERADI WPI yang dijadwalkan berlangsung di Semarang pada Sabtu, 18 April 2026 pukul 19.00 WIB hingga selesai, Ketua Umum FERADI WPI, Adv. Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., CMD., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., menegaskan bahwa peringatan ulang tahun organisasi tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum meneguhkan arah perjuangan melalui tema besar: “Deklarasi Organisasi Advokat Paralegal yang Berkomitmen dan Berdedikasi Mengupayakan Kesejahteraan & Mencintai Bangsa Indonesia.”
Tema Milad ke-2 sebagai Pernyataan Sikap Organisasi
Dalam keterangannya, Adv. Donny Andretti menyampaikan bahwa tema Milad ke-2 dirumuskan bukan hanya sebagai slogan, melainkan sebagai pernyataan sikap organisasi terhadap peran, tanggung jawab, dan orientasi perjuangan ke depan.
Menurutnya, kata “deklarasi” dalam tema tersebut mengandung makna penegasan identitas dan arah organisasi yang harus dipahami secara kolektif oleh seluruh anggota.
“Tema Milad ke-2 FERADI WPI bukan sekadar untaian kata seremonial, tetapi merupakan deklarasi moral, deklarasi intelektual, dan deklarasi perjuangan. Kita ingin menegaskan kepada seluruh anggota bahwa organisasi ini harus berdiri di atas komitmen, dijalankan dengan dedikasi, dan diarahkan untuk memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan bersama serta pengabdian kepada bangsa Indonesia,” ujarnya.
Ia menilai momentum milad merupakan saat yang tepat untuk mengingat kembali fondasi utama organisasi, bahwa keberadaan FERADI WPI harus dibangun di atas kesadaran kolektif, bukan sekadar simbol kelembagaan.
Komitmen Sebagai Dasar Gerak Organisasi
Lebih lanjut, Adv. Donny Andretti menjelaskan bahwa unsur “berkomitmen” dalam tema Milad ke-2 memiliki arti mendasar, yakni keteguhan sikap seluruh anggota dalam menjaga marwah organisasi, memperkuat disiplin, dan konsisten pada tujuan bersama.
“Komitmen adalah fondasi utama dari keberlangsungan organisasi. Tanpa komitmen, organisasi hanya akan menjadi nama; tanpa komitmen, perjuangan hanya akan menjadi retorika. Karena itu, saya mengajak seluruh keluarga besar FERADI WPI untuk menempatkan loyalitas, kedisiplinan, dan tanggung jawab sebagai pilar utama dalam membesarkan organisasi ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, komitmen juga harus tercermin dalam hal konkret, termasuk kehadiran, partisipasi, kontribusi gagasan, hingga dukungan terhadap setiap agenda organisasi.
Dedikasi sebagai Pengabdian Nyata
Selain komitmen, Ketua Umum FERADI WPI juga menggarisbawahi makna “berdedikasi” sebagai unsur penting yang membedakan antara sekadar menjadi anggota dan benar-benar menjadi bagian dari perjuangan organisasi.
“Dedikasi tidak berhenti pada absensi kehadiran. Dedikasi adalah kesediaan untuk mengabdi, berkorban, dan mengambil bagian dalam setiap proses pembesaran organisasi. Ketika anggota mau menyumbangkan tenaga, pikiran, kreativitas, bahkan dukungan sesuai kemampuannya, di situlah organisasi sedang dibangun dengan jiwa, bukan sekadar dengan struktur,” kata Adv. Donny Andretti.
Ia menyebut semangat dedikasi terus didorong menjelang Milad ke-2, termasuk melalui ajakan kepada anggota untuk mengirimkan video ucapan, karya lagu, desain visual, serta dukungan partisipatif lainnya.
Kesejahteraan sebagai Tujuan Organisasi
Dalam pengupasan tema tersebut, Adv. Donny Andretti juga menekankan bahwa frasa “mengupayakan kesejahteraan” harus dipahami sebagai orientasi nyata organisasi, bukan sekadar kalimat normatif.
“Organisasi tidak boleh hanya menjadi ruang berkumpul, tetapi harus menjadi ruang tumbuh. Kesejahteraan yang dimaksud bukan semata material, tetapi juga mencakup pengetahuan, jaringan, kehormatan profesi, peluang pengembangan diri, serta rasa aman dan bangga menjadi bagian dari organisasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, ke depan seluruh energi organisasi harus diarahkan agar keberadaan FERADI WPI memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi anggotanya.
Cinta Bangsa sebagai Nafas Perjuangan
Pada bagian lain, Adv. Donny Andretti menegaskan bahwa unsur “mencintai bangsa Indonesia” dalam tema Milad ke-2 merupakan nilai ideologis yang harus menjadi nafas gerak organisasi.
“Cinta kepada bangsa Indonesia harus diterjemahkan dalam sikap, etika, dan pengabdian. Kita ingin FERADI WPI tumbuh bukan hanya solid secara internal, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan, menjunjung nilai keadilan, serta mengambil peran positif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tuturnya.
Momentum Konsolidasi dan Peneguhan Identitas
Menjelang pelaksanaan Milad ke-2 di Semarang, Adv. Donny Andretti menilai peringatan ulang tahun kali ini harus menjadi momentum memperkuat konsolidasi internal, mempertegas identitas organisasi, serta membangun semangat kolektif antaranggota.
“Milad ke-2 ini harus kita maknai sebagai momentum evaluasi, konsolidasi, dan akselerasi. Dua tahun adalah usia yang cukup untuk menegaskan jati diri organisasi. Karena itu, saya mengajak seluruh anggota FERADI WPI untuk hadir, berpartisipasi, dan menunjukkan bahwa organisasi ini dibangun oleh orang-orang yang bukan hanya cerdas dalam berpikir, tetapi juga tulus dalam berjuang,” tandasnya.
Rencana pelaksanaan Milad ke-2 FERADI WPI di Semarang pada Sabtu, 18 April 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk menegaskan arah perjuangan organisasi melalui tema besar yang menekankan komitmen, dedikasi, kesejahteraan, dan kecintaan terhadap bangsa Indonesia. Melalui pengupasan tema yang disampaikan langsung oleh Ketua Umum FERADI WPI tersebut, seluruh anggota diharapkan dapat memaknai peringatan ulang tahun ini sebagai ajang memperkuat loyalitas, solidaritas, serta kontribusi nyata dalam membesarkan organisasi.
(Kindar)


0 Komentar