Halal Bihalal Perantau Jogja, Bupati Blora Akui Infrastruktur Jalan Masih Jadi PR Berat
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para perantau asal DIY untuk melepas rindu sekaligus mempererat ikatan persaudaraan di tanah kelahiran kedua mereka. Suasana penuh keakraban terlihat sejak awal acara, dengan peserta datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Blora.
Ketua Panitia Pelaksana, Gundala Winjasena, menyampaikan bahwa keberadaan warga asal Yogyakarta di Blora cukup signifikan. Mereka berasal dari lima kabupaten/kota di DIY, yakni Kulon Progo, Gunungkidul, Sleman, Kota Yogyakarta, dan Bantul.
“Tujuan utama kami agar silaturahmi ini terus berjalan dan tidak terputus. Ternyata warga Yogyakarta di Blora jumlahnya sangat banyak dan tersebar di berbagai wilayah,” ujar Gundala.
Ia juga mengungkapkan fakta unik mengenai sejarah migrasi warga Gunungkidul ke Blora. Menurutnya, pernah terjadi perpindahan satu kampung secara kolektif yang kini menetap di wilayah tertentu.
“Bahkan dulu ada yang migrasi ke Blora satu kampung dari Gunungkidul, dan sekarang semuanya berdomisili di Desa Plantungan, Blora,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman menyampaikan apresiasi atas kontribusi warga keturunan Yogyakarta terhadap pembangunan daerah. Ia menilai masyarakat perantau telah ikut berperan dalam berbagai sektor profesi di Kabupaten Blora.
Dalam sambutannya, Bupati juga secara terbuka mengakui bahwa pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.
“Kami memohon maaf jika selama ini pembangunan infrastruktur jalan masih banyak yang belum selesai. Kami terus berupaya, dan berterima kasih atas bantuan dari pemerintah pusat yang sangat membantu daerah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bupati yang akrab disapa Mas Arief tersebut berharap warga paguyuban dapat terus berperan aktif sesuai bidang masing-masing guna mendukung pembangunan daerah.
“Kerja sama antara Yogyakarta dan Blora selama ini sudah berjalan sangat luar biasa. Kehadiran masyarakat Jogja di Blora diharapkan terus bersinergi dalam pembangunan daerah,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa kontribusi warga perantau, sekecil apa pun, sangat berarti bagi kemajuan Kabupaten Blora.
“Di profesi apa pun, sumbangsih Bapak dan Ibu semua tentu telah membantu Blora. Kami ingin kehadiran masyarakat Jogjakarta ini bisa terus berjalan beriringan dengan pemerintah untuk membangun daerah yang kita cintai ini,” pungkasnya.
(Bambang)



0 Komentar