MBG Jepara Kena Tamparan Keras, Menu Bandeng Presto Berbelatung Gegerkan Sekolah
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 5 Maret 2026, ketika sejumlah siswa mendapati kondisi makanan yang sudah rusak saat membuka paket MBG. Bandeng presto yang diduga telah dipenuhi belatung dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu kemarahan serta keprihatinan masyarakat.
MBG Jepara Tercoreng: Bandeng Presto Berbelatung Viral di Sejumlah Sekolah, Satgas Gus Hajar Diuji Ketegasannya.Menu MBG tersebut diketahui dipasok oleh SPPG yang berlokasi di Kuwasen 2. Pihak penyedia layanan akhirnya mengakui adanya kelalaian dalam penyediaan makanan dan menyampaikan permintaan maaf kepada publik.
Namun bagi masyarakat, permintaan maaf saja dinilai tidak cukup. Banyak pihak mendesak agar SPPG penyedia menu tersebut ditutup atau setidaknya diberi sanksi tegas, karena dinilai lalai menjaga standar keamanan pangan bagi para pelajar.
Kasus ini menjadi tamparan keras bagi pelaksanaan program MBG di Jepara, yang seharusnya menjamin kualitas makanan sehat bagi siswa, balita, hingga ibu hamil.
Program MBG di Jepara sendiri berada di bawah pengawasan Satgas Percepatan MBG Kabupaten Jepara yang dipimpin oleh Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar atau Gus Hajar. Satgas ini menargetkan pembangunan 133 dapur gizi (SPPG) di seluruh wilayah Jepara untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat.
Saat dikonfirmasi media terkait temuan bandeng presto berbelatung tersebut, Gus Hajar membenarkan kejadian itu.
“Kami sudah mengonfirmasi. Memang benar,” kata Muhammad Ibnu Hajar yang juga menjabat Wakil Bupati Jepara, Jumat (6/3/2026).
Ia menegaskan bahwa munculnya menu MBG berbelatung merupakan kelalaian fatal dari pihak penyedia makanan. Menurutnya, bahan makanan yang disuplai dari pihak ketiga seharusnya melalui pengawasan kualitas yang ketat.
“Jelas itu kelalaian. Harusnya lebih ketat lagi kalau ada suplai bahan dari pihak lain,” tegasnya.
Sebagai langkah tegas, Satgas MBG Jepara akan mengirimkan surat kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk merekomendasikan agar SPPG tersebut ditutup atau dihentikan operasionalnya sementara guna dilakukan evaluasi menyeluruh.
Menyusul berbagai insiden terkait kualitas makanan MBG, Satgas MBG Jepara kini memperketat pengawasan dengan mewajibkan setiap paket makanan MBG dilengkapi label informasi yang jelas, meliputi:
- tanggal penyajian menu,
- rincian harga makanan,
- jenis dan jumlah porsi,
- serta kandungan nilai gizi.
Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan kontrol kualitas makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat.
Meski demikian, insiden bandeng presto berbelatung yang viral ini menimbulkan pertanyaan serius di tengah masyarakat: bagaimana mungkin makanan yang disiapkan untuk pelajar dapat lolos dari proses kontrol kualitas?
Pemerintah Kabupaten Jepara menyatakan akan terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyedia layanan MBG, termasuk memperketat standar keamanan pangan serta memastikan menu yang disajikan benar-benar memenuhi standar gizi.
Bagi masyarakat, kejadian ini menjadi peringatan keras bahwa program gizi untuk anak-anak tidak boleh dijalankan secara serampangan. Makanan yang disajikan kepada pelajar harus melalui proses pengawasan ketat, higienis, dan benar-benar layak konsumsi.
Sebab satu hal yang tidak boleh dilupakan, bahwa program makan bergizi untuk generasi muda tidak boleh berubah menjadi sumber kekhawatiran hanya karena kelalaian dalam pengolahan makanan.
(Petrus)



0 Komentar