Komunitas Budaya Semedo Gelar Pentas Sintren dan Launching Tari Khas “Nandur”
Acara ini turut dihadiri Penjabat Kepala Desa Semedo, Mohamad Subehi, bersama unsur tokoh masyarakat serta para pecinta seni budaya. Kehadiran berbagai elemen masyarakat tersebut menunjukkan dukungan terhadap upaya pelestarian budaya lokal di wilayah Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Siswoyo menyampaikan harapan agar seluruh masyarakat dapat bersama-sama menjaga dan melestarikan kebudayaan daerah. Menurutnya, budaya tradisional merupakan warisan leluhur yang harus dipertahankan agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Sementara itu, Mohamad Subehi menegaskan pentingnya mempertahankan nilai-nilai budaya sebagai identitas daerah. Ia mengapresiasi inisiatif Komunitas Budaya Semedo dalam menyelenggarakan kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga edukatif bagi generasi muda.
Apresiasi juga disampaikan oleh Rozi selaku Ketua Sintren Sekar Arum yang dikenal di tingkat kabupaten hingga Provinsi Jawa Tengah. Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam menjaga eksistensi kesenian tradisional, khususnya Sintren yang menjadi ciri khas budaya pesisir Jawa.
Momentum penting dalam kegiatan ini ditandai dengan launching Tari Khas Semedo “Nandur” yang diharapkan menjadi identitas budaya baru masyarakat setempat. Selain itu, berbagai kesenian tradisional turut ditampilkan, di antaranya seni Sintren yang sarat nilai budaya dan nuansa magis, serta pertunjukan Jaran Lumping yang menambah semarak suasana acara.
Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap seni tradisional seperti Sintren dan Tari “Nandur” dapat terus berkembang serta menjadi kebanggaan daerah. Pentas seni ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal sebagai bagian dari jati diri bangsa.
(Yati)





0 Komentar