Kecamatan Kunduran Tingkat Stanting Masih Tertinggi Dibandingkan Kecamatan Yang Lain di Kabupaten Blora

BLORA- Berdasarkan hasil pengukuran rutin di Posyandu pada Agustus 2025, tercatat sebanyak 2.776 balita mengalami stunting atau sekitar 6,15 persen dari total 45.113 balita yang diukur.


Adapun target prevalensi stunting Kabupaten Blora dalam Renstra tahun 2025 ditetapkan sebesar 20,81 persen. Hal ini menunjukkan perlunya upaya yang lebih intensif agar target tersebut dapat dicapai secara optimal dan berkelanjutan.

Dari 16 kecamatan di Kabupaten Blora, terdapat lima kecamatan dengan prevalensi stunting di atas rata-rata kabupaten, yaitu Kecamatan Kunduran (11,65 persen), Tunjungan (10,90 persen), Jepon (7,14 persen), Cepu (6,52 persen), dan Sambong (6,48 persen).

Jumlah balita stunting terbanyak tercatat di Kecamatan Kunduran sebanyak 340 balita, sedangkan jumlah paling sedikit berada di Kecamatan Bogorejo sebanyak 65 balita. Sementara itu, Kecamatan Kedungtuban menjadi wilayah dengan prevalensi stunting terendah, yakni sebesar 4,22 persen.

Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini, menegaskan, bahwa percepatan pencegahan dan penurunan stunting merupakan salah satu program prioritas nasional yang dicanangkan Presiden. Karena itu, upaya tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga menjadi komitmen bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

“Program ini harus kita kawal secara serius, kita kerjakan secara gotong royong, dan kita pastikan berjalan efektif serta tepat sasaran. Kunci keberhasilannya terletak pada sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah serta konvergensi lintas sektor hingga tingkat desa,” Pungkas Wakil Bupati.

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html