Kabel Setrum Menggantung di Karimunjawa, Warga Resah: Harus Tunggu Korban Dulu?

JEPARA- pertapakendeng.com Kondisi memprihatinkan kembali terjadi pada pelayanan infrastruktur di wilayah kepulauan Kabupaten Jepara. Warga RT 02 RW 04, Mrican, Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa mengeluhkan kabel penerangan lampu jalan yang putus sejak lebih dari satu setengah bulan, namun hingga kini belum juga mendapatkan penanganan dari pihak terkait.


Keluhan tersebut disampaikan oleh warga setempat, Sunanto alias Begok, yang rumahnya berada tepat di dekat lokasi kabel putus. Ia mengungkapkan bahwa kabel penerangan jalan tersebut rusak akibat angin kencang yang melanda wilayah Karimunjawa beberapa waktu lalu.

Ironisnya, meski kabel tersebut masih mengandung arus listrik, hingga kini belum ada tindakan perbaikan dari petugas. Kondisi ini membuat warga sekitar sangat khawatir karena berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.

“Sudah lebih dari satu bulan setengah kabel itu putus. Warga takut karena masih ada stroom atau arus listriknya. Letaknya juga dekat rumah dan jalan yang sering dilewati warga,” ungkap Sunanto.

Menurutnya, masyarakat sebenarnya sudah berupaya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang. Laporan bahkan sudah disampaikan baik kepada petugas Perusahaan Listrik Negara maupun kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara. Namun hingga kini belum ada penanganan yang jelas.

Sunanto mengaku sempat menghubungi petugas PLN, namun pihak PLN menyampaikan bahwa kabel tersebut merupakan bagian dari jaringan penerangan lampu jalan yang menjadi tanggung jawab Dinas Perhubungan.

“Saya telepon orang PLN, katanya itu bukan urusan mereka karena itu lampu jalan, urusannya Dishub. Saya juga sudah mencoba menghubungi petugas Dishub, katanya nanti dilaporkan. Tapi sampai sekarang belum ada perbaikan,” katanya.

Warga bahkan menyebut beberapa petugas sempat datang dan memfoto kondisi kabel yang putus, namun setelah itu tidak ada tindak lanjut yang nyata di lapangan.

Situasi ini membuat warga semakin resah. Selain berpotensi menyetrum siapa saja yang tidak sengaja menyentuh kabel tersebut, kondisi gelap pada malam hari akibat lampu jalan yang tidak berfungsi juga menambah risiko kecelakaan dan gangguan keamanan lingkungan.

Masyarakat setempat berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara, segera turun tangan melakukan perbaikan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami mohon segera ada tindakan. Jangan sampai menunggu ada korban dulu baru diperbaiki,” tegas Sunanto mewakili keresahan warga.

Kasus ini kembali menyoroti ketidakresponsifan penanganan infrastruktur di wilayah kepulauan, yang kerap membuat masyarakat merasa terabaikan. Padahal keselamatan warga seharusnya menjadi prioritas utama pelayanan publik.

Kini masyarakat Karimunjawa menunggu tindakan cepat dan nyata dari pihak terkait agar kabel listrik yang membahayakan tersebut segera diperbaiki dan tidak lagi mengancam keselamatan warga.

(Petrus)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html