Warga Mengeluh Adanya Proyek Rekontruksi Jalan Kenceng-Tanjung Karang Kudus Tak Kunjung Usai

KUDUS - Warga sekitar Jalan Kencing-Tanjung Karang, Kecamatan Jati, mengeluhkan kondisi jalan akses jalan yang tak kunjung selesai diperbaiki. Sudah hampir 2 bulan, mulai Oktober 2025 hingga Desember 2025 proyek Rekontruksi Jalan Kencing-Tanjung Karang Tak kunjung selesai. Berdasarkan waktu pelaksanaan : 60 hari kalender (23 Oktober 2025 S/d 21 Desember 2025).



Warga sekitar jalan tersebut yang membuka warung makan, Umi Kalsum, mengeluhkan akan proyek Rekonstruksi Jalan Kencing - Tanjung Karang yang sudah hampir 10 hari tidak ada pekerja, sehingga warungnya sepi pembeli.

"Sebelum ada pembangunan proyek ini banyak kendaraan yang mampir dan makan di warung saya, namun karena ada proyek ini sepi pembeli, karena akses jalan tertutup, jadi para pelanggan tidak bisa lewat, yang beli paling para pekerja proyek. Kalau proyek libur makin sepi pembeli sehingga untuk bayar anak sekolah dan angsur hutang bank gak bisa," kata Umi Kalsum pada Sabtu pagi, 20 Desember 2025.

Senada dengan Umi Kalsum, Sugito, yang buka warung kopi menambahkan, bahwa dirinya berjualan di sepanjang jalan tersebut mengeluh sejak ada proyek Rekontruksi Jalan ini.

"Jualan saya juga sepi, sejak ada proyek pembangunan ini, kami berharap dari pihak yang berwenang untuk pembangunan proyek ini bisa segera diselesaikan sesuai yang direncanakan, jangan sampai molor," imbuhnya.

Sementara itu, pengusaha Suplayer Material yang berlokasi dekat proyek Badrus Syahrir mengatakan, bahwa proyek ini dibangun tentunya untuk kebaikan kita bersama, namun kami berharap untuk segera dirampungkan pengerjaan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati. Karena usaha kami ini ada kendaraan yang keluar masuk gudang dan melewati proyek tersebut.

"Kemarin tidak menjadi soal karena belum ada pemasangan bagesting besi di depan usaha kami, tentu ini agak terganggu karena setiap keluar masuk barang harus koordinasi dengan pihak proyek," kata Badrus.

Kami sebagai warga berharap kepada para pejabat dan pemangku kebijakan agar dapat berkonsultasi dengan pelaksana proyek ini, agar bisa segera diselesaikan sesuai yang direncanakan.

"Semoga pengerjaan proyek ini bisa segera rampung dan aktivitas usaha sekitar jalan ini bisa berjalan normal kembali," harapnya.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM);Abdi Bangsa Tawar menyoroti lambannya pengerjaan proyek Rekonstruksi jalan Kencing - Tanjung Karang Kabupaten Kudus. Proyek senilai Rp. 6.858.137.830.00 (Enam Milyar Delapan Ratus Lima Puluh Delapan Juta Seratus Tiga Puluh Tujuh Ribu Delapan Ratus Tiga Puluh Rupiah) yang di danai dari APBD Provinsi Jawa Tengah tahun anggaran 2025.

Ia menilai pelaksana proyek kurang profesional. Menurutnya, hingga batas akhir kontrak, progres pekerjaan baru mencapai 55-60 persen. Hal ini dianggap menunjukkan pelaksanaan tanpa progres yang jelas.

“Dilihat dari papan proyek yang ada, batas akhir masa kontrak tanggal 21 Desember 2025, sekarang sudah tanggal 20 Desember 2025 prosentasenya saja baru sekitar 55-60 persen. Jelas ini tidak profesional,” ujar Tawar.

Lebih lanjut Tawar menambahkan, bahwa proyek itu seharusnya selesai tepat waktu besuk Minggu (21/12/2025) sudah selesai sesuai yang tertera banner waktu pelaksanaan 60 hari kalender (23 Oktober 2025 Sampai Dengan 21 Desember 2025).

"Sudah 1 pekan lebih proyek libur, tanpa ada pekerja yang ada dilokasi proyek. Sementara warga sekitar yang punya usaha banyak yang mengeluh karena proyek tersebut tidak kunjung selesai tepat waktu," imbuhnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa pelaksana tidak memperkirakan waktu. Meski belum menilai kualitas bangunan dan material, keterlambatan pengerjaan dapat mempengaruhi kualitas akibat pengerjaan tergesa-gesa.

“Kalau sudah dikejar waktu kan nggarapnya tergesa-gesa dan kwalitasnya pasti kurang bagus, nah dari sini kita bisa lihat nanti,” jelasnya.

Tawar meminta Dinas PUPR untuk mengevaluasi kemampuan pihak pelaksana sebelum ikut lelang proyek di tahun berikutnya. Proyek tersebut kadang beberapa hari kerja, lalu berhenti.

"Tidak hanya akses jalan yang kesulitan bagi pengguna jalan, namun warga sekitar yang punya usaha bahan bangunan, suplayer material, warung kopi, warung makan sepi pembeli karena akses jalan yang terganggu," Pungkasnya.

(Luq)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html