Ribuan Penonton Padati Lapangan Desa Hadipolo, Pagelaran Kethoprak Lakon "Nogososro Sabuk Inten"

KUDUS - Tumpah ruah ribuan warga Desa Hadipolo dan sekitarnya penuhi lapangan desa setempat dalam pagelaran kesenian kethoprak yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Hadipolo Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.



Pemdes Hadipolo menggelar festival budaya dan pasar rakyat yang dinahkodai oleh Karangtaruna "Karya Logam Manunggal" menyelenggarakan berbagai kegiatan mulai dari Festival Seni Anak Hingga kesenian budaya Kethoprak Agung Budoyo dari Rembang.


Guna untuk memeriahkan kegiatan tersebut dibuka pasar rakyat. Ada puluhan stan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bagi warga Desa Hadipolo dan sekitarnya. Gelaran tersebut dipusatkan dilapangan Desa setempat yang berlangsung mulai Selssa-Senin 23-29 September 2025.


Kepala Desa (Kades) Hadipolo Sulaiman Slamet mengucapkan, banyak terima kasih kepada segenap panitia, perangkat desa, BPD, TP PKK, RT, RW, Karangtarun, semua lembaga desa, Karangtaruna dan semuanya yang telah membantu mensukseskan acara ini.


“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada panitia dan semuanya yang telah membantu demi sukses dan lancarnya kegiatan festival budaya dan pasar rakyat," kata Kades Hadipolo Sulaiman Slamet pada Senin malam, 29 September 2025.


Kegiatan festival budaya dan pasar rakyat yang telah berlangsung mulai pada Selasa (23/9) dan puncak acara malam hari ini kita selenggarakan pagelaran kethoprak agung budoyo dari Kota Rembang.


 "Kesenian Kethoprak pada malam ini, merupakan pagelaran kesenian yang baru pertama kali diselenggarakan oleh Pemdes Hadipolo dengan lakon "Wirosobo Tanding serial Nogososro Sabuk Inten," ujarnya. 


Mbah Leman panggilan akrab Sulaiman Slamet menambahkan, saya lihat animo warga yang begitu antusias mengikuti kegiatan ini, maka tahun depan insya Allah akan kita selenggarakan yang lebih meriah lagi.


"Kami melihat animo warga yang begitu antusias dalam mengikuti kegiatan ini, maka kami berupaya mengadakan yang lebih meriah ditahun depan," imbuhnya.


Ia juga menjelaskan, selama pagelaran seni kethoprak jangan sampai ada keributan atau kekisruhan.


"Kami berharap selama dalam kegitan Kethoprak tidak terjadi sesuatu yang tidak kami harapkan. Guyub rukun agawe sentosa demi untuk kesejahteraan kita bersama dan kemajuan desa yang kita cintai ini," tutup Sulaiman.


Sementara itu, AKP Lukhar Kapolsek Jekulo menyampaikan untuk warga desa Hadipolo khususnya jagalah keselamatan diri di jalan raya, karena Kecintaan Jekulo terbanyak kejadian kecelakaan yang ada di Kabupaten Kudus.


"Jaga diri ketika berkendara, cek semua kendaraan yang anda pakai apakah sudah laik pakai atau belum.? Kelengkapan surat dan helm juga harus dipersiapkan," ujarnya.


Saya juga berharap kepada bapak, ibu semuanya jaga selalu dan awasi putra-putrinya jangan sampai pergaulan bebas dan menggunakan Narkoba, minuman keras dan lainnya.


"Jaga kondusifitas dan keamanan Desa Hadipolo, jangan ada keributan. Jaga putra-putrinya jangan sampai salah dalam pergaulan karena itu amat sangat merugikan," pesan Kapolsek Jekulo.


Sementara itu, Sarmijan (60) warga Desa Menawan mengatakan, senang menonton pagelaran kesenian kethoprak dimanapun berada jika saya mengetahui maka saya akan menonton.


"Kethoprak Agung Budoyo dari Rembang bagus baik dari segi Sound systemnya, para pemainnya juga baik. Agung Budoyo juga sudah lama sekali. Menurutku dalam memainkan cerita dalam sandiwara dipanggung masih pakem sesuai dengan aslinya," katanya.


Saya berharap kepada semua Pemerintah Desa yang di Kudus, sering-seringlah menghadirkan kesenian Kethoprak, karena ini merupakan budaya asli Jawa, asli Indonesia yang harus kita lestarikan.

"Semoga Desa-desa yang ada di Kudus minimal satu atau dua tahun sekali menghadirkan seni kethoprak, ini warisan asli budaya kita yang harus di uri-uri dan dikenalkan kepada anak cucu kita," harapnya.

Mbah Sulikan (70) dan Mbah Naryo (65) mengatakan, suka nonton Kethoprak dimanapun akan saya tonton. Hobi ini sejak masih muda.

"Saya punya group WhatShapp pecinta Kethoprak, makanya saya tahu jadwal Kethoprak dimanapun lokasinya," katanya.

(Luq)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html