Kecamatan Kaliwungu Tampilkan Tari Getak Rekso dalam Karnaval Budaya Hari Jadi Kudus Ke-476
KUDUS - Kontingen dari Kecamatan Kaliwungu menampilkan Tari Getak Rekso sukses memukau ribuan pengunjung di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.
Ada 22 kontingen yang ikut dalam karnaval budaya pada kali ini, meliputi 9 kontingen pelajar dari SMP, 9 kontingen Kecamatan, dan 2 Kontingen umum serta 1 komunitas barongan.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris dalam sambutannya, menyampaikan harapannya dalam perayaan usia Kabupaten Kudus yang ke-476. Yakni, memberikan inspirasi dan semangat dengan "Harmoni Dalam Korelasi".
Tema besar Hari Jadi tahun ini adalah Harmoni dalam Korelasi, artinya, kita tetap beda tetapi tetap toleransi umat beragama, umat berbudaya, dan manusia,” ujarnya.
Pihaknya juga meminta dukungan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga Kudus agar tetap damai dan aman. Perayaan semacam ini, merupakan upaya bersama untuk menggerakkan roda perekonomian.
“Semoga di hari baik ini, kita bisa menikmati karnaval budaya dengan damai. Ini merupakan wujud pelestarian kearifan budaya lokal, untuk menjaga warisan leluluh kita dahulu,” terangnya.
Sam'ani juga berpesan kepada masyarakat yang hadir jangan tinggalkan sampah, tapi tinggalkanlah kenangan indah.
Sementara itu, Camat Kaliwungu Satria Agus Himawan mengatakan, Kecamatan Kaliwungu dalam Karnaval Budaya hari jadi kota Kudus yang ke-476 menampilkan "Tari Getak Rekso".
"Kami tampilkan 50-an peserta dalam acara tersebut yang terdiri dari 14 peserta seniman dari sanggar seni Ismoyo, kemudian 36 peserta dari Forkopincam Kaliwungu, TP PKK dan Pemdes Sidorekso juga TP PKK," kata Satria.
Kami sengaja tampilkan tari Getak Rekso karena tarian ini merupakan tarian tradisional khas Desa Sidorekso yang berakar dari aktivitas masyarakat sebagai pengrajin getak, sebuah kerajinan berbahan dasar tanah liat. dinamakan Getak Rekso.
"Masyarakat Desa Sidorekso dahulu mata pencahariannya membuat getak dengan tokoh pelopor Mbok Darsih," imbuhnya.
Satria juga menjelaskan, bahwa setiap gerakan Tari Getak Rekso, memiliki makna simbolis yang menggambarkan tahapan pembuatan getak, seperti gerak ukel tolak, jebor, ngayak, macul, nguleni, mencetak, hingga pembakaran.
Menurutnya Tari Getak Rekso hadir tidak hanya sebagai hiburan tetapi juga sebagai upaya melestarikan budaya dan menjaga identitas lokal masyarakat Sidorekso agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi penerus.
"Dalam penampilan Tari Getak Rekso dari Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu Kudus, selain untuk memeriahkan Festival Kirab Budaya juga sekaligus dalam rangka Hari Jadi Kudus ke 476, disamping untuk menghibur masyarakat," pungkasnya.
(Luq)




0 Komentar