Ribuan Penonton Hadiri Kethoprak Desa Jurang, Dalam Rangka HUT Kemerdekaan RI Ke-80
Pagelaran seni kethoprak tersebut dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Repubilik Indonesia ke-80. Kepala Desa (Kades) Jurang, Muhammad Noor, mengungkapkan, bahwa kegiatan Kethoprak pada hari ini merupakan puncak acara HUT Kemerdekaan RI yang Ke-80.
"Seni kethoprak Agung Budoyo dari Rembang ini merupakan progam tahunan Pemdes Jurang," ujarnya.
Perlu diketahui bahwa, sebelumnya pada tanggal 16 Agustus 2025, Pemdes Jurang mengadakan malam tirakatan yang kita selenggarakan di Aula Balai Desa. Selain itu juga pada hari Minggu (24/8) kemarin kita mengadakan Jalan Sehat dengan hadiah utama 1 Paket Umroh.
"Puncak acara peringatan 17 Agustus pada hari ini mulai siang hingga malam ini kita selenggarakan pagelaran kesenian Kethoprak Agung Budoyo. Siang dengan lakon "Kebo Maruto, pada malam hari ini dengan lakon "Tribuana Ngeratu atau Pemberontakan Rasemi dan Rakuti," terangnya.
Kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua panitia semua pihak yang telah bekerja semaksimal mungkin demi sukses dan lancar kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemdes Jurang.
"Ini merupakan kerjasama antar Pemdes, BPD, Lembaga Desa, Karangtaruna, RT, RW, PKK dan masyarakat semuanya yang membantu demi sukses dan lancarnya kegiatan ini," ucapnya.
Sementara itu, Camat Gebog Fariq Mustofa mengapresiasi Pemdes Jurang beserta stakeholder yang telah bekerjama dengan baik sehingga tiga tahun ini dapat meraih juara Adminstrasi terbaik se-Kecamatan Gebog.
"Kami beri apresiasi yang tinggi untuk Pemdes Jurang yang telah melaksanakan dengan berbagai kegiatan yang.sukses, termasuk jalan sehat dengan hadiah paket umroh, juara 1 Adminstrasi, dan pelunasan PBB-P2 yang tertib," ujar Fariq Mustofa.
Semoga apa yang telah diraih selama ini Pemdes Jurang mampu mempertahankan, bahkan bisa meningkatkan apa yang telah dicapai selama ini.
"Dengan semangat kemerdekaan mari kita terus tingkatkan semangat untuk mengisi kemerdekaan ini, dengan pelayanan desa yang terbaik untuk masyarakat," jelasnya.
Diantara ribuan penonton Mbah Rini (63) warga Desa Puyoh RT 03 RW 03 Kecamatan Dawe dirinya mengaku senang jika ada tontonan Kethoprak, geratis lagi. Dulu waktu muda sering nonton pagelaran seni Kethoprak dimanapun.
"Sering nonton seni kethoprak, tadi datang kesini sendirian, biasanya nonton dengan teman," tuturnya.
Sementra itu, Mbah Solikin (64) (tambal ban) RT 03 RW 04 Desa Karangbener, Kecamatan Bae, ia mengatakan suka nonton Kethoprak, sejak masih muda. Pagelaran seni Kethoprak itu budaya asli Jawa dan harus tetap dilestarikan.
"Walaupun Kethoprak saat ini sudah banyak yang melenceng pakem, yang penting tetep menghibur dan tidak terlalu merubah maksud dan tujuan dalam cerita yang mainkan," katanya.
(Luq)




0 Komentar