Kaliwungu Fest 2025 Resmi Dibuka 6-10 Agustus "Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju"
Kegiatan tersebut bakal digelar selama lima hari yang di mulia pada Rabu-Minggu tanggal 6 hingga 10 Agustus 2025 yang dipusatkan di Lapangan Kedungdowo, Kecamtan Kaliwungu Kabupaten Kudus.
Camat Kaliwungu Satria Agus Himawan Camat mengatakan, kegiatan ini merupakan rutin tiap tahun diselenggarakan oleh Pemcam Kaliwungu dan pada tahun 2025 ini yang ke empat kalinya sejak tahun 2022 hingga sekarang.
Ada 50 stand yang disediakan, karena di Kecamatan Kaliwungu ada 15 desa dan setiap desa mendapat 2 stand dan yang lainnya diperuntukan bagi para para pelaku UMKM yang lain.
“Kaliwungu Fest 2025 tersedia 50 stand UMKM, 30 untuk Desa diwilayah Kecamatan Kaliwungu dan yang 20 diperuntukan bagi pelaku UMKM desa yang lain, gelaran acara dimulai sekira pukul 16.00-22.45 WIB,” kata Satria pada Rabu malam, 6 Agustus 2025.
Satria menambahkan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekaligus sebagai ajang mempromosikan produk UMKM dan potensi kearifan budaya lokal yang dimiliki oleh 15 desa yang ada diwilayah Kecamatan Kaliwungu..
Festival UMKM dan Gelar Budaya Kaliwungu pada tahun 2025 mengambil tema; "Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju".
Perlu diketahui bahwa, Kaliwungu Fest 2025 guna untuk mengangkat dan menggali potensi desa yang ada di wilayah Kaliwungu Kudus.
1. Kegiatan Fest UMKM dan Gelar Budaya tahun 2025, ini merupakan kegiatan yang ke Empat kalinya. Kegiatan ini merupakan kegiatan bersama Pemdes Se-Kaliwungu beserta Forkopincam Kaliwungu, yang telah terselenggara dengan baik sejak tahun 2022 hingga sekarang ini.
2. Mengenal Produk Usaha UMKM yang di wilayah Kaliwungu kepada masyarakat yang lebih luas
3. Melestarikan seni dan budaya yang ada di tiap desa yang ada di wilayah Kaliwungu
4. Menggali, mengenalkan, seni dan budaya kerarifan lokal di tiap desa kepada seluruh masyarakat.
5. Memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-80.
"Satria berharap dengan adanya kegiatan ini, akan muncul multi player efek yakni potensi dan seni budaya kearifan lokal yang ada di desa bisa dikenal oleh masyarakat luas dan para pelaku UMKM dapat mendapatkan berkah dan manfaat guna untuk peningkatan ekonomi masyarakat yang ada di wilayah Kaliwungu," pungkasnya.
Dalam kegitan ini, tidak hanya produk UMKM yang ditampilkan, namun juga penampilan seni dan budaya kearifan lokal yang akan ditampilkan setiap desa yang dimulai pada hari ini Rabu hingga Minggu.
"15 Desa yang ada di wilayah Kaliwungu akan menampilkan potensi seni dan budaya kerarifan lokal setiap malam yang dimulai pada hari Rabu-Minggu 6-10 Agustus 2025," pungkasnya.
Sementra itu, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kudus Endhah Endhayani Sam'ani Intakoris yang hadir untuk membuka acara tersebut memberi apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kecamatan Kaliwungu, dimana Kecamatan Kaliwungu merupakan yang paling aktif membuat beberapa kegiatan yang selama ini saya ikuti.
"Saya atas nama pemerintah Kabupaten Kudus memberi apresiasi yang tinggi kepada Camat Kaliwungu, dimana beliau ini merupakan Camat yang paling banyak kegiatan dibanding dengan Camat-Camat yang lain yang ada di Kabupaten Kudus," ujarnya.
Dirinya juga berpesan kepada Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa Se-Kaliwungu agar kegiatan ini dijadikan progam tahunan dan perlu dilestarikan.
"Ini merupakan progam yang baik, perlu di uri-uri, Kaliwungu Fest 2025 merupakan ruang strategis untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan masyarakat luas, sekaligus menjadi ajang promosi," pesanya.
Kemudian Endhah Endhayani Sam'ani membuka acara Kaliwungu Fest 2025 mengucapkan Bismillhaorrahmanirrahim Kaliwungu Fest 2025 secara resmi kami buka, yang disertai dengan tepuk tangan para tamu undangan dan pengunjung yang hadir.
Sementara itu, Desa Banget yang mendapat giliran performance yang pertama kali menampilkan "Tari Kstaria Anjali" yang ditampilkan oleh sanggar "Mekar Sore" Desa Banget.
Ketua Sanggar Mekar Sore Susanto, mengatakan, pada malam hari ini Pemerintah Desa Banget menampilkan Tari Ksatria Anjali, dimana tari ini merupakan cerita dari masyarakt Kudus yang berada di lereng gunung muria yang mempertahankan tanah air dengan berperang melawan pasukan Belanda.
Dengan adanya kekuatan, kekompakan, dan persatuan masyakarat Kudus akhirnya bisa mengusir Belanda dan pasukannya.
"Tari Anjali merupakan tarian yang kita ciptakan dari sanggar Mekar Sore Desa Banget yang telah kita patenkan. Tari Ksatria Anjali itu menggabungkan antara seni tari, koreografi, dan lagu yang harus selaras dengan gerak tari," katanya.
Akhmad Wijaya (klas 6 SD) dan Galuh Aqila Garnishiba (Kelas 12 SMA) pemain tari Anjali mengatakan, kami meresa senang dan gembira bisa performance dalam acara Kaliwungu Fest 2025 ini.
"Senang dan gembira bisa menampilkan tari Kstaria Anjali di kegiatan pada malam hari ini," katanya.
Ditanya tentang latihan, Kami latihan selama satu pekan, karena kami sudah terbiasa untuk menari, jadi tidak ada kendala yang berarti.
"Kami mulai dari TK sudah ikut latihan menari, jadi tidak ada kendala yang berarti. Kami juga sudah sering tampil dan ikut lomba tari diberbagai tempat dan Alhamdulilah kemarin juga mendapat juara 1 dalam lomba tari," terangnya.
(Luq)




0 Komentar