Ngalab Berkah Simbah Syiroqol, Ratusan Warga Papringan Berebut Gunungan Hasil Bumi
KUDUS - Ratusan warga Desa Papringan berebut gunungan hasil bumi dalam peringatan Haul Simbah Syiroqol atau sesepuh kaum cikal bakal Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus pada Ahad siang, 13 Juli 2025.
Peringatan Buka Luwur di Area Makam Makam Simbah Syiroqol digelar setiap tanggal 15 Muharram bertepatan dengan Buka Luwur Sunan Muria.
Peringatan Buka Luwur Mbah Siroqol di Papringan ini tidak jauh berbeda dengan Buka Luwur Sunan Kudus dan Sunan Muria. Hal itu ditandai dengan pembagian nasi berisi daging kerbau dan kambing di area kompleks Makam.
H. Moh. Jama'ah ketua panitia kegiatan mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, baik tenaga, pikiran, juga dana untuk kelancaran, kesuksesan dalam kegiatan ini.
"Semoga amal baik bapak dan ibu diterima Allah SWT dengan amalan yang berlipat ganda Amin," ucapnya.
Lebih lanjut Jama'ah menambahkan, bahwa peringatan Haul Simbah Syiroqol pada tahun 2025 ini, telah kami siapkan berbagai acara mulai hari Jum'at hingga Ahad dan pada puncak acara kita adakan kirab budaya dan pengajian umum.
"Haul Simbah Syiroqol sama dengan Buka Luwur Sunan Muria yakni setiap tanggal 15 Muharram 1447 H (11/7/2025), kemudian pada Sabtu (12/7/2025) ziarah umum, pembacaan Manaqib, pemasangan luwur dan terakhir kirab budaya dan pengajian umum bersama KH. Masduki dari Kabupaten Jepara," imbuhnya.
Ia juga menjelaskan, perolehan dana yang masuk pada panitia lebih kurang sebesar 35 juta, dan pelaksanaan kegiatan beli hewan kerbau dan lainnya selama tiga hari lebih kurang sebesar 30 juta-an. Untuk 2 ekor kambing dari Pemerintah Desa Papringan.
"Laporan pada hari ini dana yang masuk lewat Masjid dan Mushola se-Desa Papringan, ada 35 juta dan pengeluaran ada 32 juta sisa nanti masuk kas," terangnya.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Papringan Amin Budiarto, SE., mengucapkan terimakasih kepada Panitia dan seluruh warga Desa Papringan yang telah ikut berpartisipasi untuk memeriahkan kegiatan haul Simbah Siroqol, mulai dari Ziarah, khataman Qur'an, Manaqiban, hingga Kirab Budaya dan pengajian umum.
"Kami ucapkan banyak terima kasih kepada segenap panitia, Perangkat Desa, BPD, RT, RW, Linmas, PKK, Karangtaruna, Group Senam, Pimpinan Ranting NU Papringan se-Banom, tokoh masyarakat, tokoh agama dan yang lain yang telah membantu demi sukses dan lancarnya kegiatan ini," ucapnya.
Dalam kirab budaya ini di ikuti warga Desa Papringan, ada 5 gunungan hasil bumi yang tadi dikirab dari Balai Desa Papringan menuju komplek Makam Mbah Syiroqol yang berjarak kurang lebih 1 Kilometer.
"Ada 5 Gunungan yang kita kirab, yakni dari 4 RW dan yang 1 dari Pemerintah Desa Papringan," ujarnya.
Amin juga menjelaskan, bahwa Kirab Budaya dalam rangka peringatan Buka Luwur ini dikandung maksud sebagai penghargaan dan penghormatan terhadap Mbah Syiroqol sebagai cikal bakal Desa Papringan, di mana jasanya sangat besar sekali bagi masyarakat Desa Papringan dan sekitarnya.
"Kirab budaya ini digelar sebagai upaya untuk Nguri-uri budaya jawa dan kearifan lokal," jelasnya.
Peringatan Buka Luwur Mbah Siroqol di Papringan ini tidak jauh berbeda dengan Buka Luwur Sunan Kudus. Hal itu ditandai dengan pembagian nasi berisi daging kerbau atau kambing, yang dibungkus daun jati (nasi jangkrik) di area kompleks Makam. Agar bisa mendapatkan nasi jangkrik tersebut, pengunjung nanti dapat pembagian dari panitia.
Peringatan Buka Luwur tersebut juga sekaligus dimaksudkan sebagai penghargaan dan penghormatan terhadap Mbah Syiroqol sebagai cikal bakal Desa Papringan, di mana jasanya sangat besar sekali bagi masyarakat sekitar.
Kami berharap kedepannya mudah-mudahan Desa Papringan bisa gemah ripah loh jinawi, masyarakat bisa semakin sejahtera, bisa guyub rukun, aman sentosa," tutup Amin Budiarto.
Kemudian acara diakhiri dengan Mauidhoh Hasanah dan Do'a oleh beliau KH. Masduki dari Kabupaten Jepara.
Sementara itu, Rukayanah RT 06 RW 02 dan Zahra RT 06 RW 02 Desa Papringan, mereka mengatakan, sangat senang bisa mengikuti kegiatan kirab budaya dan pengajian siang ini. Apalagi siang ini dalam kirab budaya ada 5 gunungan yang membawa hasil bumi.
"Senang bisa mengikuti haul Simbah Syiroqol 'Ngalab Berkah' bisa ikut pengajian dan berebut gunungan, ini dapat apel, jeruk, gambas, tomat, dan terong, nanti sayurnya bisa dibuat sayur," katanya.
Lebih lanjut dia berharap kegiatan seperti ini, dapat dilaksanakan setiap tahun sekali dan lebih meriah lagi.
(Luq)





0 Komentar