Miris!! Tingginya Pungutan Uang Masuk di Area Makam Sunan Muria Tanpa Karcis

KUDUS- Miris!! Para pengunjung menyayangkan Tingginya Pungutan Uang Masuk di Area Makam Sunan Muria Tanpa Karcis. Hal ini tentunya pengunjung merasa berat. Harusnya, tempat-tempat religi seperti ini tidak sepatutnya dijadikan kesempatan untuk mengeruk keuntungan tanpa mengedepankan ketentuan besaran retribusi dan pajak daerah.

Kekecewaan tersebut rupanya cukup beralasan, pasalnya, pengunjung dikenakan biaya masuk ke Area Makam Sunan Muria, dengan embel-embel "karcis masuk" setiap penumpang bus, dikenakan ongkos Rp 2000 per orang oleh pihak pariwisata Kabupaten Kudus. Selain ada tambahan parkir Rp 10.000, ditambah lagi Rp 20.000 untuk kebersihan, (Jum'at, 8 Maret 2024).

Dalam satu bus minimal ada penumpang 35-50 orang, dengan hitungan per orang Rp 2000, bisa dihitung nominalnya mencapai 70 -100 rb, belum biaya parkir Rp 10.000 ditambah uang kebersihan Rp 20.000. Total semua masuk per bus biaya yang dikeluarkan oleh crew bus Rp 100.000 sampai Rp 130.000. ini sangat memberatkan.

Hanya ada di Muria Kudus, Pemda Kudus menugaskan Dinas Pariwisata untuk mengelola tempat yang notabene kurang tepat dalam persekusi. Seharusnya tempat sejarah Wali atau seseorang yang mempunyai keberkahan yang dipilih Tuhan Maha Esa ada di wilayah Muria harus di uri-uri dan dilestarikan, bukan malah dibuat kesempatan untuk berbisnis demi keuntungan sendiri. 

"Kami terkejut dengan pihak dinas terkait, mematok sesuka hati, ada yang diminta Rp 60.000 ada yang diminta Rp 70.000 per bus tanpa karcis, yang masuk ke area Makam Sunan Muria", ungkap Achsin kecewa.  

 Supir bus yang bernama Denny menyayangkan, bahwa seorang penjaga pos gerbang masuk Area Makam Sunan Muria yang belum diketahui namanya dan tidak berseragam, meminta uang masuk Rp 70.000 tanpa karcis. Ada dugaan setiap bus yang masuk dipungut uang bervariasi, ada yang Rp 70.000 sampai Rp 100.000.

 Uang yang dipungut oleh oknum dinas tersebut diduga tidak masuk pajak daerah Kabupaten Kudus, alias masuk kantong pribadi. 

Setiap hari armada dari berbagai daerah memenuhi area Makam Sunan Muria, bahkan mencapai ratusan armada.

"Coba bayangkan setiap hari bus keluar masuk sekian banyaknya, bahkan ratusan armada yang memenuhi lokasi parkiran, itu nominalnya sangat besar", tandasnya.

Tim Wartawan langsung Investigasi ke lokasi area Makam. Bukti dalam pembangunan yang ada di wilayah Makam, sama sekali lambat. Bahkan tidak ada bangunan yang menonjol. 

Akhirnya muncul pertanyaan besar, lantas pungutan retribusi tanpa karcis selama ini ke mana? Mungkinkah jadi bancakan para mafia pungli yang ada di area Makam Sunan Muria?

Biar Dinas Pariwisata dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah bisa menjawab pertanyaan ini.

BY: ACHSIN S.T

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html