Berpeluang Bangkitkan Ekonomi Mandiri, Lomba Kicau Burung Diharapkan Dapat Perhatian Pemerintah

KENDAL- Panas yang terik tidak menyurutkan semangat para Pecinta Kicau Mania, mereka tetap semangat mengikuti Lomba Liga Gacoan Perkutut Korwil Kendal pada 14 Januari 2024.

Lomba yang di adakan di Wilayah Kendal terutama di Desa Kalirandu tersebut, mampu menyedot perhatian Masyarakat sekitar untuk berbondong bondong melihatnya.



Ada 18 Komunitas Pecinta Burung Kicauan di Wilayah Kendal, yang ikut Berpartisipasi memeriahkan Lomba tersebut, disamping datang juga Komunitas yang mewakili dari Wilayah dari Jawa Timur diantaranya, Malang, Blitar, Solo, Kediri, Ngawi. Juga Wilayah Jawa Barat dan Yogyakarta.

Catur Didik Pelangi misalnya, Peserta dari Blitar tersebut mengungkapkan kebanggaannya pada Lomba tersebut.

Dia pertama kali datang ke Kendal dan kaget, tidak menyangka bahwa pecinta burung kicauan di Kendal ternyata begitu banyak dan mereka konsisten di dalam hobinya.

"Saya bangga bisa sampai ke sini meski jarak tempuh dari Blitar ke Kendal bisa dibilang jauh, tapi semua terbayar dengan sambutan hangat dan istimewa dari tuan rumah, semua di perhatikan, terimakasih saya ucapkan, juga bisa nambah saudara, mempererat Tali Silaturahmi.

Dengan jarak tempuh yang lumayan jauh, bisa juga melatih mental burung. Kebetulan Saya bawa 10 burung , Alhamdulillah 2 dapat prestasi.

"Di sini Gantangan 120 aja kekurangan tiket, kalau di blitar 60 aja belum tentu penuh, Semoga ke depan, saya mempunyai kesempatan untuk datang lagi kesini". Ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh peserta dari Kediri, yang juga menjabat sebagai Lurah.

Harapannya untuk Wilayah Kediri itu bisa maju besar, karena sekarang masih sedikit atau minim jika di bandingkan Jawa Tengah terutama Kendal.

Ajang Liga Gacoan sendiri sebenarnya jika di Seriusi, di Fasilitasi, di beri perhatian, dan di dukung oleh Pemerintah bisa membangkitkan Ekonomi Mandiri.

Baik secara langsung maupun tidak langsung bisa mendongkrak pendapatan para Pengrajin. Dari Pengrajin kaos, Kurungan, Piala, Pakan, Spanduk, dan lainnya. belum lagi pedagang Makanan dan Minuman tiap kali di adakan lomba.

Sayangnya Pemerintah belum mau "Melirik" dan semua kegiatan yang di adakan masih dari kalangan pecinta burung sendiri, karena keterikatan dan komitmen dari kalangan kicau mania itu sendiri.

Padahal dengan diadakannnya lomba, baik Perkutut maupun kicauan, burung jadi lebih berharga, disamping mencari bibit unggul, juga dapat mengangkat harga burung itu sendiri.

Dalam kesempatan tersebut hadir Bapak Khoirul abidin , selaku Sales sekaligus penyedia pakan burung GOLD COIN untuk Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, 

Beliau mengungkapkan agar acara acara seperti ini lebih sering di adakan.

Di setiap daerah tidak sama, ada yang sebulan sekali dan ada juga yang dua bulan sekali. Dan Gold Coin siap menjadi sponsor.

Karena di samping konsistensi produknya dalam memberi nutrisi dan gizi yang baik bagi burung, juga menjadi produk unggulan dan paling serius dalam bidangnya. Makanya setiap ada Event atau Acara apapun Gold Coin ingin ikut andil didalamnya.

Mempunyai pabrik, mesin mixing, mesin formulator dan ditangani oleh pakarnya. 

Tentunya sudah tidak diragukan lagi kualitasnya.

"Potensi di Kendal itu sangat besar, karena untuk Wilayah Jawa Tengah, terbanyak ada di Kendal".

Saefudin Mahfud, selaku Ketua Komunitas PANDU sekaligus Ketua Panitia juga mengungkapkan harapannya diadakan acara tersebut.

Pertama sebagai agenda rutinan Liga Gacoran Perkutut Korwil Kendal, Kedua mempererat tali silaturahmi.

Dan yang terakhir nguri nguri anggungan yang menjadi Icon Orang Tua dahulu.

"Semoga Pecinta Perkutut Kendal khususnya, dan seluruh Indonesia yang di bawah naungan bendera P4LSI, bisa menerapkan didalam hati, apa itu arti PERKUTUT (pitutur seng patut) Asah, Asih, Asuh".

(Sri Murtini)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html