Solidaritas Palestina Dari Kudus Gelar Do'a Dan Galang Dana, Serta Serukan Kemerdekaan Palestina

KUDUS - Aksi solidaritas untuk Palestina di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Dalam aksi dukungan tersebut digelar Do'a bersama, hingga penggalangan dana untuk warga Palestina terus mengalir dari masyarakat Indonesia, tak terkecuali warga Kudus.



Tampak di lokasi ribuan massa dari 68 elemen (kelompok) masyarakat muslim Kudus menyerukan aksi dukungan kepada korban-korban serangan Israel. Warga juga menumpahkan kemarahan dengan membakar bendera Israil. Jum'at, 24 Nopember 2023 siang.

Koordinator lapangan (Korlap) Achmad Fikri mengatakan, aksi ini sebagai wujud solidaritas masyarakat Islam Indonesia atas penderitaan yang dialami warga Palestina saat ini. 


Dimana dalam Preambule UUD 1945 Kemerdekaan adalah Hak segala Bangsa oleh karenanya penjajahan harus di hapuskan dimuka bumi. Oleh karena itu kami menginginkan Palestina diakui sebagai sebagai bangsa dan negara yang merdeka.


Kami prihatin dan menangis jika melihat dalam pemberitaan di media cetak, elektronik, dan media massa yang lain, atas serangan tentara Israil di Gaza Palestina. Ribuan mayat berjatuhan tertimpa reruntuhan gedung atas bombardir tentara Israel yang berdampak pada ribuan orang dewasa hingga anak-anak wafat.


Negara Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar dan Palestina yang berjumlah 93 persen berpenduduk muslim, maka wajib hukumnya bangsa dan negara Indonesia untuk membatu warga Palestina atas dasar solidaritas keislaman, kemanusiaan, dan kebangsaan.


Tumenggung panggilan akrab Ach. Fikri juga mengajak masyarakat Islam Kudus mendoakan warga Palestina agar diberikan kekuatan dan ketabahan oleh Allah SWT. Serta menggalang donasi untuk Palestina yang akan disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). 


"Kami kumpulkan elemen-elemen masyarakat Islam di Kudus untuk kemanusiaan dan mengutuk sekeras-kerasnya agresi militer Israel, yang sudah seperti karakter syaitan," ujarnya.


Pemerintah Indonesia harus dan terus membela agar kedaulatan dan kemerdekaan negara Palestina akan terwujud. Negara Indonesia akan melawan kebiadaban Israil secara Militer, politik, dan ekonomi.


"Kami mengutuk atas bombardir Israel yang membabi buta Palestina, mendesak agar gencatan senjata segera dilakukan tanpa syarat dan tanpa batas, mendoakan agar warga Palestina segera diberikan kemerdekaan", pungkasnya.


Sementara itu, Mboh Jo salah satu koordinator aksi solidaritas untuk Palestina mengatakan, bahwa uang yang terkumpul pada aksi solidaritas Palestina berjumlah Rp. 69.151.000,-


Sementara itu, Tamrin salah satu orasi menyebut, masyarakat Kudus sudah terbiasa dengan ajaran Sunan Kudus yang mengedepankan kebersamaan, saling menghormati dan menghargai terhadap sesama. 


Ajaran-ajaran tersebut dinilai bertentangan dengan sikap Israel yang memerangi masyarakat Palestina dengan kejam.


Pihaknya juga menyerukan aksi boikot produk-produk yang terafiliasi dengan Israel. Dimaksudkan untuk melemahkan kekuatan Israel agar tidak bertindak semena-mena terhadap Palestina. Israel tidak bisa lagi dinasehati dengan seruan-seruan saja, kita doakan dari Indonesia dan kita lemahkan sisi perekonomiannya. Kita ingin peperangan ini berakhir.


Peserta aksi Yassir ilfa warga Damaran, Salma Rahmatika dan Arfi Aghisna warga Jekulo mereka mengatakan, momentum saat ini amat sangat dinanti karena kami tidak mungkin bisa datang ke Palestina, akan tetapi setidaknya kami bisa berempati dan melakukan sesuatu untuk dapat membantu meringankan beban penderitaan saudaraku di Palestina.


Ditanya mengenai kemerdekaan Palestina, mereka mengatakan, bahwa kami meyakini suatu saat Palestina pasti diberikan kemenangan dan kebebasan Amin.


Kami hanya datang bertiga, kemudian ikut gabung dalam aksi dukungan untuk Palestina harus bangkit, kita doakan dari Indonesia.

(Luq)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html