Viral !! Inilah Detik-Detik Pemerkosaan dan Penganiayaan di Karaoke Risma Pratiwi Kartosuro

KARTOSURO - Aksi nekat dilakukan oleh pengusaha Karaoke di Kabupaten Sukoharjo . Memasuki Bulan Suci Ramadhan, terpantau oleh tim investigasi media. Kegiatan Karaoke tetap berlangsung sampai pagi. Namun anehnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo terlihat tidak melakukan tindakan apapun, padahal lokasi karaoke juga dekat dengan Polsek setempat. Yang sangat mengejutkan telah terjadi pemerkosaan dan pengeroyokan di lokasi pihak penegak hukum terkesan tutup mata.


Telah terjadi penyekapan tiga orang asal Karanganyar pengunjung kafe Risma Pertiwi di Jl. Terminal Kartasura, Dusun I, Wirogunan, Kecamatan. Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57166, penyekapan tiga orang pengunjung karaoke bermula ada keributan didalam room 4 beberapa hari lalu.



Salah satu pemandu karaoke (PK) E, 22 tahun menerangkan kepada awak media, iya mas tiga orang yang mengaku warga Karanganyar meminta saya menemani nyanyi, dengan berjalannya waktu kami didalam room asyik bernyanyi sambil minum ciu, tiba tiba tiga orang tersebut memperkosa saya didalam room,(6 april 2023).


Lebih lanjut E menjelaskan, setelah kejadian pemerkosaan didalam room saya berteriak teriak minta tolong sama mas mase yang jaga, lalu tiga orang itu kabur dan dikejar Karyawan kafe, lalu ditangkap dan dihajar rame rame lalu dimasukan ke kandang anjing, tuturnya kepada tim media ini.



Masih dengan E menjelaskan, habis kejadian itu saya dikasih uang Rp. 1,5 juta rupiah sama pelaku untuk ganti rugi, setelah memberikan uang tiga pelaku yang memperkosa saya sempat dipindah ke Room lalu saya disuruh pulang, saya langsung pulang sendiri sama ibu ku mas' Saya kerja empat hari di Kafe Risma Pratiwi juga belum dibayar katanya uang bayaranku buat syukuran di kafe itu karena semenjak kejadian itu kafe nya sepi, jelasnya.


Sementara itu, Damar selaku penjaga kafe Risma Pratiwi saat dikonfirmasi melalui aplikasi Whatsapp ke nomor +62 858-7722-6*** tidak memberikan jawaban apa apa meskipun konfirmasi awak media sudah dibaca karena sudah centang dua dan tanda sudah warna biru.


Sementara Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan,saat dikonfirmasi melalui aplikasi Whatsapp dengan sigap menjawab, sampai saat ini belum ada laporan ke kami, coba nanti segera kita cek, terimakasih atas informasinya, jawab dengan begitu sopan.


Ditempat terpisah salah satu warga masyarakat menegaskan, “Menurut kami ini sudah keterlaluan, tempat Karaoke di setiap daerah ketika memasuki bulan suci Ramadhan, pada umumnya berhenti beroperasi atau tutup sebulan penuh, atau minimal di atur secara ketat buka dan tutup nya oleh Pemkab setempat. Tapi disini, masih bebas beroperasi sampai pagi”.


“Kami perhatikan, Pemkab lemah dalam menerbitkan sebuah kebijakan. Inilah yang membuat Para pengusaha Karaoke ngelunjak (Red) dan tetap beroperasi. Bupati harus segera melakukan tindakan tegas. Jangan sampai ada kesan pembiaran. Jika hal ini terus berlangsung, dikawatirkan permasalahan ini akan melebar menjadi konflik Horizontal antara masyarakat setempat dan Pengusaha Karaoke”.

(Tim)

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html