Mintobasuki Tergenang, Warga Ogah Mengungsi, Motor dan Mobil Diangkut Towing Supaya bisa Ke Luar Desa

PATI-, Banjir di Desa mintobasuki Kecamatan Gabus hingga kini sudah seminggu belum juga surut namun semakin parah. Semua pemukiman warga digenangi banjir, hingga hampir semua rumah dimasuki banjir, untuk ketinggian air di jalan mencapai hingga 114 cm. Sedangkan di pekarangan rumah ketinggian air mencapai 155 centimeter. Senin (06/03/23).


Warga mintobasuki yang sebagian besar memilih bertahan daripada mengungsi kini menjerit dan hanya bisa pasrah dan berharap banjir segera surut. Warga lebih memilih untuk bertahan di rumahnya masing-masing karena menganggap akan segera surut namun hingga seminggu berlalu banjir tak kunjung surut.



" warga lebih memilih bertahan di rumahnya masing-masing, mereka mengharapkan banjir cepat surut dan memang menganggapnya banjir cepat berlalu mengingat ini sudah bulan Maret di mana biasanya intensitas hujan sudah menurun", kata Wiji Sugeng Purwanto ketua BPD desa Mintobasuki.


''namun ada juga yang mengungsi hingga sekarang menurut pantauan kami ada 10 keluarga yang sudah ngungsi ke tempat saudaranya di tempat lain", imbuh lelaki yang bertubuh tambun tesebut.


Saat disinggung tentang bantuan, Wiji menjawab batuan baru satu, "sementara bantuan baru datang dari PJ. Bupati Pati, warga kami sangat membutuhkan bantuan dari para donatur guna meringankan beban mereka, kasihan mereka hingga kini belum tersentuh bantuan" ungkap Wiji Sugeng sambil mengawal mobilnya yang diangkut truk supaya bisa keluar desa.


Dataran yang rendah ditambah letak geografis desa yang berada di pinggir sungai Silugonggo yang berada tepat di utara desa Mintobasuki Dukuh Jrakah membuat pemukiman Mintobasuki digenangi banjir dalam kurun waktu yang lama. Menurut pendapat para pakar, Sungai tidak kuat menampung debit air dari curah hujan yang tinggi beberapa hari ini dan gunung kendeng gundul menjadi alasan penyebabnya.


Desa Mintobasuki menjadi langganan banjir, hingga kini sudah seminggu jalan di pemukiman sudah seperti sungai yang dilalui hilir mudik perahu kayu. Warga hanya bisa pasrah dan mengharap uluran tangan dermawan guna membantu meringankan beban mereka.


/Tim.

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html