Duh Gusti!!!!! Tanah Wakaf Untuk Musholla Diduga Telah Diperjualbelikan

JEPARA- 18 Pebruari 2023, Warga Desa Mulyoharjo Kecamatan Jepara, ahli waris wakaf untuk Musholla gusar dan kecewa. Karena tanah yang diwakafkan diduga sudah diperjualbelikan dan akan dibangun perumahan dengan cara  dikapling.

Kegusarannya disampaikan kepada Advokasi Hukum dan meminta agar tanah wakaf Alm. Orang tuanya dikembalikan fungsinya untuk Musholla.

Tanah wakaf tersebut berada di Kelurahan Ujung Batu (dahulu Desa) yang diwakafkan pada tahun 1998, oleh Alm.Winoto Romat warga Mulyoharjo, kepada Kepala Desa Ujung Batu, pada saat itu Alm. Arifin sebagai Kepala Desa.

"Berdasarkan aduan dari masyarakat, ahli waris muwakif yaitu Rondi dan Rofiah, bahwa telah terjadi perubahan peruntukan wakaf dari muwakif Alm. Winoto Rohmat , dengan obyek wakaf yang telah diwakafkan tahun 1998, kepada desa/ kelurahan Ujungbatu, kecamatan Jepara , Kabupaten Jepara, pada saat itu Alm. Arifin sebagai Kepala desa,” terang Wisynu Windharto Kuasa Hukum ahli waris di Kantor Notaris Kota Jepara, Jumat 17/2/2023.

“Bahwa setelah adanya penelitian berserta keterangan para saksi, baik letak lokasi obyek, dan kesaksian tentang tanah wakaf tersebut (8 orang saksi) yang telah memberikan keterangan tertulis,  memang benar adanya wakaf yang saat ini telah berubah peruntukannya, dan telah dijualbelikan kepada para pihak yang secara hukum tidak mempunyai hak untuk melakukan penjualan atau perubahan  kepemilikan, oleh karena itu ahli waris muwakif telah menunjuk kami adv. Wisynu Windharto, dari kantor advokat Wisynu Windharto , SH dan Rekan, dengan pemberian kuasa khusus Nota riil, tertanggal 17 Februari 2023,” Tutur Wisynu.

"Sangat jelas perbuatan ini telah melanggar hukum sebagaimana . UU No. 41 tahun 2004 tentang Wakaf. Dan perlu kami sampaikan sesuai pasal 40, harta benda wakaf  atau yang telah diwakafkan dilarang; di jadikan jaminan, disita, dihibahkan, dijual, diwariskan, ditukar atau dialihkan dalam bentuk pengalihan hak lainnya", terang Wisynu.

Wisynu menambahkan, Ketentuan pidana pasal 67 ; ayat 1 setiap orang yang dengan sengaja menjaminkan, menghibahkan, menjual, mewariskan, mengalihkan dalam bentuk pengalihan hak lainnya harta benda wakaf yang telah diwakafkan sebagaimana pasal 40 atau tanpa ijin, menukar harta wakaf yang telah diwakafkan sebagaimana dimaksud pasal 341, dipidana penjara paling lama 5 /  lima tahun dan atau denda 500.000.000,00, (lima ratus juta rupiah.

Her/neng

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html