Petani Merugi Akibat Harga Tembakau Jatuh Tak Laku Jual, Hasil Panen Tembakau Dibakar
DEMAK-, Nasib petani tembakau akhir-akhir ini semakin memprihatinkan, pasalnya, harga jual tembakau pada musim panen tiba, tidak maksimal dan merugi, bahkan untuk membayar kuli yang memanen pun petani tidak mampu.
Hal itu diungkapkan oleh Joko Supeno Ketua Munas P2RPTI (Perkumpulan Pabrik Rokok dan Petani Tembakau Indonesia), di kediamannya, pada Selasa, 04/10/22,
Meski demikian, Dia bersama petani tembakau di desanya tetap optimis dan berusaha terus berjuang untuk peningkatan kesejahteraan petani.
Suyoto misal, seorang petani tembakau desa Kalitengah, Mranggen Demak, Meskipun hasil panen tembakau bagus dan masuk kriteria, perihal harga jual tidak maksimal dan merugi."Jangankan ada sisa hasil untung, justru sampe punya utang kepada para tenaga yang membantu petik daun tembakau, karenanya, kami putuskan tidak menjual hasil panen kami, akan tetapi kami potong semua tanaman tembakau dan kami bakar", ujar Suyoto.
"Kami rugi dan nambah utang ke pihak pihak bank dan perorangan, saat ini, buat makan kebutuhan sehari hari bisa tercukupi aja sudah bersyukur mas", beber Suyoto pada media online pertapakendeng.com.
Perihal panen raya tembakau, bahwa para petani bisa beli sepeda motor, mobil dan lainya menurut Suyoto itu tidak benar, justru para tengkulak lah yang menikmati hasil keuntungan berlipat dari pembelian tembakau dari para petani.
Suyoto mewakili para petani tembakau berharap pemerintah memahami dan memikirkan langkah buat kesejahteraan para petani, baik permodalan, bibit, pupuk dan sebagainya.
Negara harus hadir untuk rakyat. Petani berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Mereka yang patut diingat ini bekerja keras, diperas keringatnya, air matanya, tenaganya, untuk pertumbuhan negara, Tak hanya kepada pemerintah, Joko Supeno juga menghimbau para perusahaan rokok mendorong terciptanya ekosistem yang berkeadilan, berharap para pabrikan rokok besar turut membantu petani meningkatkan kualitas tembakau sehingga kualitas panen dapat optimal.
Dalam jangka panjang dapat bersinergi sekaligus memperbarui teknologi pertanian tembakau agar mampu bersaing dengan perkembangan zaman.
"Ini harus dilawan, karena kita tahu cara pikir dan cara kerja di balik regulasi-regulasi yang tidak murni membawa alasan kesehatan, ini tugas kita bersama agar tak semakin terpinggir oleh kepentingan apapun, karena regulasi di Indonesia harus berdasarkan Konstitusi, maka kita utamakan dan jamin perlindungan terhadap petani tembakau, yang juga warga negara Indonesia, pastikan suaranya didengar, hal tersebut adalah bagian kewajiban kita bernegara," tandasnya.
(Fujiyanto/ Nur Rohman)



0 Komentar