sering Terdampak Banjir Warga Temulus Meminta Pertamina EP Field Cepu Segera Perbaiki Saluran Air
pertapakendeng.com, Blora -Warga Desa Temulus Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora Jawa Tengah, pertanyakan kontribusi Pertamina EP Field Cepu. Selama 14 tahun ini, warga setempat belum merasakan dampak positif adanya operasi sumur gas di desanya.
Gas dari Sumur di Desa Temulus (KDL-01), didistribusikan melalui pipa hingga Central Processing Plant (CPP) Gundih Pertamina EP Field Cepu Desa Sumber Kecamatan Kradenan.
"Efektif pruduksi sekitar 11 tahun," ujar warga Desa Temulus, Lukito saat audiensi di Balai Desa Temulus, Selasa (8/3/2022).
Disampaikan audiensi itu, dari sisi lingkungan belum ada implementasi apapun dari Pertamina EP. Terlebih bagi masyarakat sekitar, yang terdampak langsung apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Selanjutnya, kata Lukito, Pertamina EP masih menyisakan masalah. Setelah terjadinya insiden tahun 2015 lalu yang menyebabkan nyawa seorang anak melayang di teritori Pertamina EP. "Keamanan itu penting. Pagar pembatas tidak aman, karena cukup bahaya. Dari tenaga keamanan tidak disiplin," jelasnya.
Kesempatan itu, dia juga mempertanyakan program Corporate Social and Responsibility (CSR) apa saja yang telah direalisasikan di desanya selama operasi berjalan. Pun demikian dengan akses pekerjaan. "Selama ini akses pekerja hanya security. Kalau yang dibutuhkan Pertamina adalah skill (keterampilan), maka menjadi tanggung jawab Pertamina untuk melatih warga," tegasnya.
Sementara itu Sujarto salah seorang perwakilan warga meminta Pertamina EP Field Cepu untuk segera perbaiki saluran air yang berada di sekitar lokasi gas setempat.
Akibat menyempitnya saluran itu, warga di ring 1 yang berada di RT 01 dan 02 RW. 02 sering mengalami kebanjiran karena air meluap. "Selama masih belum ada perbaikan, warga kami akan selalu kebanjiran setiap kali datang hujan, " ucapnya.
Dia mengusulkan untuk dilakukan sistem drainase yang lebih efektif. Buangan air dari jalan poros yang terbilang besar harus mendapatkan jalan pembuangan ke arah sungai. "Harus di sudet saluran airnya. Air kita pecah dari hilir ke hulu menuju sungai, " tandasnya.
Sementara itu, Humas Pertamina Field Cepu, Sony Aditya, menjelaskan bahwa tanggung jawab sosial (CSR) selama produksi, hanya setiap ada pengajuan proposal. "Kalau program belum ada," ujar Sony.
Dijelaskan, untuk pengajuan kegiatan pun harus diajukan pada kahir tahun. Supaya menjadi acuan rencana kegiatan tahun berikutnya.
Untuk pengajuan pemberdayaan masyarakat pun, kata dia, harus dilihat dulu. "Apakah tepat sasaran atau tidak. Harus ada dokumen dulu dan melalui proses," jelasnya.
Terkait programa apa saja yang telah direalisasikan oleh Pertamina , Sony belum bisa menyampaikan. Karena harus membuka data lama.
"Apun yang menjadi usulah dari warga, bisa dituangkan dalam berita acara," tegasnya.
Kepala Desa Temulus Suhartono, saat itu mengaku, proposal yang diajukan selama dia menjabat, digunakan untuk perbaikan jalan. "Selama ini, jalan poros tidak ada anggaran perbaikan," kata dia.
Dalam kesempatan ini Sony Aditya selaku humas Pertamina EP field Cepu berjanji akan segera memberikan jawaban dalam waktu 7 hari dari hari audensi ini berlangsung.
Termasuk, setiap ada kegiatan Sedekah Bumi. "Tidak menarik iuran lagi dari warga. Kaegiatan kita usulkan kepada Pertamina," jelas kades.
(liswanto)

0 Komentar