M. Mu'in Sosok Pejuang Bersemayam di Desa Sowan Lor Kedung Jepara .



JEPARA – pertapakendeng.com Hari Pahlawan diperingati tanggal 10 November setiap tahunnya. Hal tersebut bertujuan untuk mengenang kembali jasa dan perjuangan para pahlawan.


Di Dukuh Sedandang, Rt. 10 / Rw. 03, Desa Sowan Lor, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, bersemayam tokoh pejuang bernisan M. Mu'in di area pemakaman keluarga Waliyullah Mbah Slebar.


Seorang sesepuh desa yang bernama H. Amin Masyhuri Ihsan, yang cukup mengerti sejarah sosok pejuang tersebut memberikan keterangan bahwa,” Tokoh pejuang yang bernama M. Mu'in bin Jasmani adalah sosok pemuda pejuang yang melakukan tindakan heroik dengan meledakkan jembatan  Bungo, yang melintasi sungai Wulan  perbatasan antara Kabupaten Demak dan Kabupaten Jepara,” cerita Amin Masyhuri Ihsan.


“Dengan meledakkan jembatan penghubung itu, mempunyai harapan agar pasukan penjajah  (Belanda)  saat itu tidak bisa melintasi dan memasuki perbatasan 2 Kabupaten, sehingga penjajah atau Belanda, gagal menduduki dan menjajah Bumi Kartini atau Kabupaten Jepara,” tambahnya.


“Jembatan itu menjadi pintu masuk atau akses penjajah ke wilayah Kabupaten Jepara, sehingga dengan diledakkannya jembatan Bungo, maka gagallah misi penjajah dan hingga sekarang dalam catatan sejarah Kabupaten Jepara tidak menjadi wilayah terjajah,” pungkasnya.


Peristiwa berawal saat M. Mu'in bin Jasmani meledakkan bom pada posisi tiarap, dan karena dahsyatnya ledakan dan getaran bom, M. Mu'in yang pada posisi tiarap itu, dadanya terhentak dan memuntahkan darah segar, kemudian dilarikan dan di rawat di RS Utara Pendopo Kabupaten Jepara pada saat itu. Selama kurang lebih tiga hari dirawat, kemudian karena luka-lukanya M. Mu'in bin Jasmani meninggal dunia, jasadnya dimandikan, dikafani, dan disholati di Jepara, lalu di bawa para tentara rakyat beserta para pejuang cukup banyak, melintasi sepanjang jalan menuju ke daerah Sowan dan di semayamkan di Makam Keluarga Lingkungan Waliyullah Mbah Slebar.

Setelah proses pemakaman, maka dibuatkan cungkup / rumah makam dan setiap 17 Agustus dalam catatan sejarahnya, senantiasa dikunjungi para tentara dan pejabat dari Kabupaten, tetapi pada akhirnya makam pejuang M. Mu'in bin Jasmani terlupakan semasa periode  setelah meletusnya peristiwa G 30 S PKI tahun 1965.


Sabtu, 6 November 2021, di kediaman Drs. Abdurrozaq Assowy, M. MPd., inisiator renovasi makam pejuang M. Mu'in menjelaskan, kalau renovasi ini sebagai wujud kepedulian warga masyarakat yang cinta dan menghormati terhadap nilai-nilai perjuangan untuk menyambut Hari Pahlawan 10 November 2021.


“Dengan kita memperingati Hari Pahlawan 10 November, wajib bagi kita semua sebagai generasi yang menikmati kemerdekaan saat ini untuk   mengingat jasa-jasa besar para pejuang, syuhada, dan pahlawan yang telah gugur mendahului kita dan bisa meneruskan nilai-nilai perjuangan mereka, menanamkan nilai-nilai patriotisme dan cinta tanah air, ikut menjaga Pancasila, UUD 45, dan NKRI bagi generasi sekarang,” ujar Assowy.


Dalam kesempatan yang sama,  Muh. Hadiyanto Petinggi / Kades Desa Sowan Lor, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, menambahkan,” Saya mendukung adanya makam pejuang M. Mu'in di desa kami, harapan kami nilai-nilai perjuangan yang diwariskan pejuang yang makamnya berada di desa Sowan Lor, bisa menginspirasi para anak muda, agar menghargai jasa-jasa para pejuang kemerdekaan,” tambahnya.


Drs. Abdurrozaq Assowy, M. MPd., mengucapkan selamat menyambut Hari Pahlawan 10 November 2021, mari kita menjunjung tinggi nilai-nilai perjuangan dan patriotisme para pejuang, syuhada dan para pahlawan yang telah gugur mendahului kita dan mendoakan arwahnya. (Sumber : Drs. Abdurrozaq Assowy, M. MPd).

Eko / Red.

0 Komentar

bumdes
Redaksi https://www.pertapakendeng.com/2023/02/redaksi.html