Selama kurang lebih enam jam, orang nomor satu di Blora itu "ngedep" laptop di lingkungan sekolah. Bukan untuk urusan pribadi, melainkan mengikuti presentasi daring Penilaian Kompetensi Inovasi Daerah Jawa Tengah (IDEA Jateng) 2026 yang berlangsung bersamaan dengan momen kelulusan sang putri.
Situasi tersebut membuat Gus Arief harus menjalankan dua peran sekaligus dalam waktu bersamaan: sebagai Bupati yang sedang memperjuangkan prestasi inovasi daerah dan sebagai ayah yang ingin hadir pada salah satu momen penting dalam perjalanan pendidikan anaknya.
"Mohon maaf apabila konsentrasi saya sedikit terbagi karena saat ini juga sedang mengikuti presentasi daring Penilaian Kompetensi Inovasi Daerah Jawa Tengah 2026. Namun saya tetap ingin hadir di sini, karena selain sebagai Bupati, saya juga sebagai orang tua yang ingin memberikan semangat kepada anak saya dan seluruh siswa yang hari ini mengikuti muwaadah," ujar Gus Arief di hadapan para tamu undangan.
Acara pelepasan tersebut diikuti sebanyak 103 siswa kelas VI dan dihadiri pengasuh pondok pesantren, jajaran Kementerian Agama Kabupaten Blora, para guru, komite sekolah, serta ratusan wali murid.
Dalam sambutannya, Gus Arief menegaskan bahwa kualitas lulusan menjadi kunci utama keberhasilan sebuah lembaga pendidikan. Menurutnya, MI Khozinatul Ulum telah membuktikan diri sebagai madrasah yang mampu menghasilkan lulusan berkualitas dan dipercaya masyarakat.
"Sekolah akan dilirik masyarakat ketika output-nya terbukti. Dan itu sudah dibuktikan oleh MI Khozinatul Ulum," katanya.
Ia juga menyoroti keunggulan para siswa yang tidak hanya mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga bekal pendidikan karakter dan kemampuan menghafal Al-Qur'an.
"Lulusan MI Khozinatul Ulum memiliki keunggulan, seperti hafalan Al-Qur'an dan berbagai kemampuan lainnya. Ini menunjukkan bahwa sekolah ini adalah sekolah yang maju," ungkapnya.
Di hadapan para siswa, Gus Arief memberikan pesan khusus agar bangga menempuh pendidikan di madrasah.
"Jangan malu sekolah di madrasah, karena sekolah di madrasah itu keren," tegasnya yang langsung disambut tepuk tangan hadirin.
Bupati juga mengungkapkan bahwa para lulusan memiliki banyak pilihan untuk melanjutkan pendidikan. Selain ke MTs Khozinatul Ulum, dalam waktu dekat juga akan hadir SMP Khozinatul Ulum yang saat ini masih dalam proses perizinan.
Sebagai orang tua murid, Gus Arief tak lupa menyampaikan apresiasi kepada para guru yang telah mendidik putrinya selama enam tahun terakhir.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak dan ibu guru yang telah mendidik anak perempuan saya selama enam tahun dengan sangat baik. Semoga anak-anak semuanya menjadi generasi yang sukses di masa depan," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora, Roziqun, mengingatkan para siswa agar bangga menjadi lulusan madrasah. Ia mencontohkan sosok Arief Rohman yang juga berasal dari pendidikan madrasah dan kini dipercaya memimpin Kabupaten Blora.
"Pak Bupati dulu juga lulusan madrasah. Jadi jangan pernah minder. Sekolah di madrasah juga bisa menjadi orang hebat," ujarnya.
Kehadiran Gus Arief di tengah padatnya agenda pemerintahan menjadi gambaran bahwa pendidikan bukan hanya urusan sekolah dan pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga. Di hari itu, laptop, tugas negara, dan peran sebagai seorang ayah berpadu dalam satu ruang yang sama—menunjukkan bahwa pengabdian kepada daerah dan keluarga bisa berjalan beriringan.
(Bambang)


0 Komentar