PATI, Jumat, 19 Juni 2026 – Suasana berbeda terlihat di SMAN 1 Kayen, Kabupaten Pati, Jumat pagi. Sejak pukul 09.00 WIB, sekitar 400 orang tua dan wali murid memadati lingkungan sekolah di Jalan Pati–Sukolilo Km 19 untuk mengikuti Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak.

Para ayah tampak mengantre tertib untuk menerima hasil belajar putra-putri mereka langsung dari wali kelas dan guru bimbingan konseling (BK). Antusiasme tinggi terlihat sejak kegiatan dimulai.

Mengapa Ayah Didorong Mengambil Rapor?

Pihak sekolah menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan meningkatkan keterlibatan ayah dalam proses pendidikan anak. Ada beberapa alasan yang melatarbelakanginya, antara lain:

  • Meningkatkan keterlibatan emosional. Kehadiran ayah di sekolah diharapkan memberi dukungan moral bagi anak dan menumbuhkan motivasi belajar.
  • Membangun komunikasi dengan guru. Pertemuan langsung antara ayah dan guru menjadi ruang diskusi mengenai perkembangan akademik, karakter, kedisiplinan, serta potensi peserta didik.
  • Memperkuat keteladanan dalam keluarga. Partisipasi ayah diharapkan dapat membangun sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi pendidikan anak.

Bagaimana Jika Ayah Berhalangan Hadir?

Sekolah juga memahami bahwa tidak semua ayah dapat hadir secara langsung karena alasan pekerjaan, dinas luar kota, kondisi kesehatan, maupun kendala lainnya. Untuk itu, beberapa alternatif disiapkan, di antaranya:

  • Ayah dapat menunjuk wali lain dengan membawa surat kuasa atau keterangan yang diperlukan.
  • Pengambilan rapor dapat dijadwalkan ulang melalui koordinasi dengan wali kelas.
  • Komunikasi antara ayah dan guru tetap dapat dilakukan melalui sambungan telepon atau video call guna membahas perkembangan peserta didik.

“Yang terpenting adalah terjalinnya komunikasi dua arah antara keluarga dan sekolah. Kehadiran fisik memang ideal, namun substansinya adalah kepedulian orang tua terhadap proses belajar anak,” ujar pihak sekolah.

Dengan partisipasi sekitar 400 orang tua dan wali murid, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara sekolah, keluarga, dan peserta didik demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter.

(Sumadi)